Sex & Relationship
Merasa Bersalah Pada Anak Adopsi

25 Jun 2014


Setelah 7 tahun menikah kami belum dikaruniai anak, kami lalu mengadopsi seorang bayi perempuan. Saya dan suami sangat menyayanginya. Ternyata, belum setahun, saya hamil dan kemudian lahir anak  laki-laki. Saya dan suami berusaha tidak membedakan mereka. Tapi, kami khawatir secara tak sadar lebih berat kepada anak  laki-laki kami. Orang tua kami pun sangat terlihat lebih memperhatikan anak  laki-laki kami. Terus terang, saya merasa bersalah pada anak perempuan kami. Apa saran Bu Irma dan Pak Monty?

Ikha – Jakarta

Menurut psikolog Irma Makarim, sebagai orang tua, alangkah baiknya bila dari awal menyadari bahwa anak laki-laki yang Anda lahirkan maupun anak perempuan yang didapat lewat adopsi, keduanya titipan dari yang Mahakuasa. Karena itu, patut disyukuri dengan bersikap bijaksana dalam membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang tanpa membedakan.
Sayang sekali, dalam keseharian suami dan orang tua terlihat memberi perhatian lebih kepada anak laki-laki. Sebelum menghakimi tentu Anda perlu meyakinkan apakah memang kondisi anak kandung Anda butuh perhatian lebih. Beberapa anak memang punya kondisi khusus yang butuh lebih banyak perhatian. Anda tak perlu risau kalau memang ini alasannya. Tetapi, kalau bukan, maka ini perlu diluruskan kembali.  
Advertisement
Manusia tak selalu mampu mengendalikan dirinya dan menyimpang dari apa yang seharusnya mereka lakukan, tetapi Anda menyadari kekeliruan ini. Memang rasa bersalah akan timbul ketika terdapat perbedaan antara apa yang Anda pikirkan dengan apa yang Anda lakukan. Untuk mengatasinya, Anda perlu menyelaraskan niat Anda semula dengan sikap Anda berdua dalam membesarkan  anak-anak.
Bicarakan apa yang Anda rasakan selama ini dengan suami. Mungkin anak yang satu perlu lebih banyak perhatian dari yang lain, tetapi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan anak itu, bukan karena mau membedakan antara anak kandung dan adopsi.  Kalau Anda dengan jujur melihat adanya ketimpangan, sebaiknya Anda juga yang mulai meluruskan. Semoga sikap Anda bisa menjadi panutan bagi suami, lingkungan, dan terutama orang tua.

Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, dalam banyak kepercayaan masyarakat, adopsi dapat menggugah munculnya kelahiran yang diharapkan. Dalam pandangan psikologi dikenal pula dampak pygmalion atau falsafah pemenuhan diri (self-fulfilling prophecy) yaitu apa yang dipikirkan, terjadilah. Kondisi ini terjadi pada Anda. Anak adopsi itulah yang amat boleh jadi menggugah aktivitas kesuburan dan pembuahan yang kemudian membuahkan kelahiran sang putra. Tanpa anak adopsi, boleh jadi aktivitas kesuburan dan pembuahan tidak tergugah dan sang putra tak kunjung lahir. Jadi, justru ia memiliki peran penting dalam kelahiran dan keberadaan sang putra.
     Perlakukan mereka dengan setara. Berikan cinta kasih tulus Anda pada keduanya, karena mereka   telah dititipkan kepada Anda melalui jalan yang berbeda, namun dilandasi harapan yang sama akan pemenuhan cinta kasih. Jangan arahkan persepsi Anda pada   kehadiran mereka yang berbeda, tetapi arahkan pada kesamaan harapan cinta kasih dari mereka. Kasihi mereka dalam ketulusan hati, kembangkan mereka dengan harapan besar, karena masing-masing  kelak akan memberi peran penting bagi keluarga.(f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?