Sampai saat ini (11/03)pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dari pantauan radar pada Sabtu (08/03) dini hari lalu masih belum ditemukan. Misteri masih menyelimuti, sebab pesawat Boeing 777-200 itu seakan lenyap begitu saja, satu jam setelah meninggalkan Kuala Lumpur dalam penerbangan menuju Beijing. Berdasarkan berita yang dilansir bbc.com ada 227 penumpang yang terdiri atas 153 warganegara Cina, 38 warganegara Malaysia, 7 warganegara Indonesia, 12 awak pesawat dan sisanya berasal dari Australia, India, Prancis dan Amerika. Pesawat yang dibawa oleh Kapten senior Zaharie Ahmad Shah tersebut tidak tercatat mengirimkan pesan tanda bahaya. Cuaca pada saat itu dinyatakan baik.
Kepala otorita penerbangan Malaysia mengatakan akan memperluas wilayah pencarian. Puluhan kapal dan pesawat dari beberapa negara pun ikut membantu pencarian dalam radius 92 kilometer dari titik hilangnya pesawat itu di atas Laut China Selatan. Kabar terkini, Malaysia telah memunculkan kemungkinan serangan teror, setelah ditemukannya bukti penggunaan paspor palsu dalam pembelian tiket penerbangan itu. Dari penyelidikan pihak berwajib ada dua penumpang yang naik pesawat itu dengan paspor Italia dan Austria curian.
Sementara itu, sebagian keluarga penumpang pesawat yang telah datang ke Malaysia, dikumpulkan di sebuah hotel di Putrajaya, Malaysia, agar bisa mengikuti perkembangan pencarian pesawat dan mendapat dana bantuan langsung dari Malaysia Airlines (MAS) sebesar 16.577 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 56 Juta.
MAS menerbitkan rilis resmi bahwa maskapai ini telah menyebarkan tim caregiver (pendamping) yang terdiri atas sejumlah staf terlatih dan anggota Yayasan Tzu Chi untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Maskapai ini juga akan menerjunkan satu set pendamping ke Beijing sebagai bentuk tanggung jawab. Kumpulan keluarga penumpang pesawat MAS juga tak hentinya berdoa dan menunjukkan optimisme yang tak kunjung padam. Mereka percaya bahwa kelurganya akan segera ditemukan, apa pun kondisinya.
Woro Hartari Trianti