Beauty Trend
#NoLikesNeeded

1 Mar 2016

Self- esteem remaja  mempunyai tantangan berbeda di setiap era. Saat ini ‘musuh’ terbesar adalah komunikasi antar peers secara virtual. Online bullying hanya satu soal. Masih banyak masalah lain. Bagi banyak remaja penerimaan dari peer group bisa diartikan sebagai berapa
jumlah likes yang ia terima manakala sebuah foto (diri) diunggahnya. Maka ketika likes yang diperoleh hanya sedikit, hal itu bisa dipersepsinya sebagai penolakan atau ketidaksukaan pada dirinya.

Di sisi lain, remaja juga bisa terintimidasi pada kecantikan dan penampilan serba sempurna dari para selebriti di ranah maya itu. Brand Dove memiliki sebuah kampanye global The Dove Self-Esteem Project  (selfesteem.dove.com) yang memfokuskan diri pada  edukasi
body confidence dan self-esteem.
Advertisement

Masalah-masalah seperti diatas menjadi bagian dari program yang melibatkan mentor ahli, para orang tua dan sekolah di Amerika, beberapa negara Eropa dan Afrika itu. Ada sekitar 17 juta  remaja  usia 7 – 17 tahun sudah terjangkau dalam program yang diinisiasi pada 2012 itu. Sudah saatnya Indonesia memiliki program ini.(f)

Petty S Fatimah




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?