Beauty Trend
Masa Depan Kita

26 Feb 2016


Pada sesi Future Trend, yang salah satunya menghadirkan Susan
Greenfield penulis buku  kontroversial Mind Change, How digital
technologies are leaving their mark on our brains  banyak dibahas
mengenai bagaimana intensnya komunikasi virtual turut mengubah
persepsi seseorang tentang dirinya pada era saat ini.

Susan menjelaskan soal The Power Of We Yang terjadi di era digital
ini. Konektivitas  membuat hubungan antar manusia menjadi lebih
‘intim’ dibanding sebelumnya. Emosi bisa menular begitu cepat dan
meluas. Manusia era sekarang butuh emotional wellbeing  akibat
intensnya komunikasi virtual.

Dalam  kaitan dengan dunia kecantikan, Susan mengingatkan pentingnya
memiliki identitas diri yang kuat  di tengah kekuatan’ komunal’ ini.
Selfie  menurutnya merupakan contoh yang nyata bagaimana seseorang
kini  berusaha menampilkan bagian (daya tarik) terbaik dari dirinya
melalui foto diri yang dikurasi oleh dirinya sendiri sebelum
diperlihatkan kepada semua orang. Itu artinya,  kecantikan sempurna
bukan lagi isu. The real you adalah ketika seseorang mampu dan percaya
diri menampilkan yang terbaik dari dirinya. Mungkinkah kebiasaan
selfie justru bisa meningkatkan rasa cantik seseorang?

Banyak prediksi tentang kehidupan masa depan sudah terbukti atau
setidaknya semakin mendekati kenyataan. Ilmu pengetahuan dan teknologi
menjadi game changer untuk mendekatkan manusia pada impian-impiannya
itu.
Advertisement

Dalam dunia kecantikan, pertanyaan yang paling mendasar adalah bisakah
kita melawan penuaan? Membalikkan proses penuaan sepertinya  bukan lagi
pemikiran yang terlalu jauh. Teknologi yang bisa ‘membaca’ hubungan
dan komunikasi antar sel menjadi salah satu andalan pengembangan
produk perawatan kulit canggih saat ini. Misalnya saja pengembangan
produk untuk  perbaikan DNA kulit yang rusak akibat sinar ultra
violet, proses penuaan dan  penggunaan zat-zat yang bersifat
karsinogenik dengan ‘intervensi’ berbagai enzym yang disertakan ke
dalam kandungan produk perawatan kulit. Selain penggunaan teknologi
stemcell dan nano yang sudah populer saat ini.Perawatan kulit yang
sifatnya topikal diusahakan bisa mencapai lapisan dalam kulit sehingga
bisa ‘mengintervensi’ kerusakan sel yang terjadi.

Tahun ini riset & pengembangan produk perawatan kecantikan banyak
mengarahkan perhatiannya pada segala- sesuatu yang ada di alam. Air,
tumbuhan, mineral, dan cahaya matahari dianggap memiliki kekuatan luar
biasa dalam melakukan adaptasi, evolusi, dan regenerasi. Inovasi
produk  kecantikan  akan banyak mengadaptasi  proses yang secara alami
terjadi. Hal ini tak hanya berarti memanfaatkan keunggulan bahan-bahan
alami, namun lebih jauh dari itu. Misalnya mengadopsi ‘kekuatan’ air
dan perannya dalam menghantarkan kehidupan baru (baca: regenerasi sel)
 pada pengembangan produk perawatan kulit, dari pelembab hingga
berbagai produk antiaging.(f)

Petty S Fatimah





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?