tvN (Bon Appétit, Your Majesty)
Pencinta K-drama yang mengikuti serial Bon Appétit, Your Majesty pasti mendadak mau ngemil macaron setelah menonton episode 6 pada 7 September kemarin.
Di episode itu, Chef Yeon (Lim Yoon-a) dari masa depan meracik makaron wijen hitam, yang bukan saja bikin Raja Joseon Yi Heon (Lee Chae-min) langsung terbuai, tapi juga utusan Dinasti Ming dan 3 chef andal dari Tiongkok.
Meski cerita drakor ini fantasi, kelezatan macaron memang tidak diragukan. Kue mungil ini disajikan dalam beragam warna genit yang menggemaskan.
Cita rasanya didominasi rasa gurih almond yang berpadu selaras dengan variasi isi, seperti vanila, buah-buahan, kelapa, hingga black sesame atau wijen hitam ala Chef Yeon. Teksturnya renyah di luar tetapi lembut dan sedikit chewy di dalam. Saat dimakan, langsung lumer di mulut. Yummy!
Bahan-bahan dan cara membuat macaron pada dasarnya sama dengan teknik membuat schuimpjes atau meringue (adonan putih telur). Bedanya, macaron selalu menggunakan almond bubuk, dan adonan dipanggang tidak sampai sekering kukis.
Bentuknya pun bundar dengan permukaan yang sedikit naik seperti koin tebal (tidak meruncing ke atas seperti kebanyakan bentuk schuimpjes), dan bagian dasar kue datar. Selain itu, macaron selalu ‘berkaki’.
Salah satu teknik yang digunakan untuk membuat macaron adalah French meringue. Sesuai namanya, teknik Prancis ini paling sederhana dan mudah dilakukan.
Putih telur dikocok bersama gula icing hingga kaku dan mengilat, lalu dicampur almond bubuk. Setelah itu, adonan diaduk hingga rata, dimasukkan ke dalam kantong plastik segitiga, dicetak, lalu dipanggang.
Membuat macaron butuh ketelitian ekstra dan ketepatan dalam hal mengukur bahan, membuat adonan, dan menentukan suhu oven yang tepat untuk memanggang.
Macaron yang sempurna bisa terlihat dari kulitnya. Mengilap, padat tampilannya, dan bertekstur lembut ketika dipatahkan.
Ternyata rahasianya dimulai dari bahan yang digunakan untuk membuat kulit macaron. Apa saja yang dibutuhkan?
1/ Putih telur
Harus bersih dari kuning telur dan albumin (bagian yang terlihat seperti benang dan kental dalam putih telur). Sedikit saja tercampur kuning telur atau albumin, maka putih telur akan sulit mengembang/kaku saat dikocok.
Putih telur harus didiamkan pada suhu ruang (aging process). Lama pendiaman putih telur berkisar 1-5 jam (untuk adonan dengan teknik Swiss meringue) atau 6-24 jam (dengan teknik Italian meringue) sejak saat dipisahkan dari kuningnya.
2/ Almond bubuk
Jenis kacang-kacangan dengan kandungan minyak yang paling tepat untuk macaron. Almond bubuk masih harus dihaluskan lagi agar diperoleh butiran yang sangat halus, karena jika kurang halus akan membuat permukaan macaron tidak mulus.
Gula icing tidak bisa digantikan gula bubuk biasa, sebab dalam proses pembuatan gula bubuk sering ditambahkan tepung maizena. Meski sudah sangat halus, gula icing tetap diproses bersama almond bubuk dalam grinder atau chopper hingga menjadi campuran sangat halus.
4/ Gula kastor
Gula pasir berbutir halus, tetapi tidak sehalus gula bubuk. Gula kastor ditambahkan pada saat putih telur dikocok, fungsinya untuk mengentalkan dan mencegah putih telur ‘turun’ lagi setelah mengembang/kaku.
5/ Cream of tartar
Bahan penstabil berbentuk serbuk warna putih, berfungsi membantu putih telur terkocok hingga mencapai volume maksimal dan tidak mudah ‘turun’ lagi meski dikocok pada suhu ruang. Cream of tartar ditambahkan saat putih telur sedang dikocok.
Siap bikin macaron seenak buatan Chef Yeon? (f)
Baca juga:
Restoran IWA di Hotel Tugu Bali Mengajak Menjelajah Lorong Waktu Kuliner dengan The Nusantara Spice Odyssey
Mengenal Tradisi Makan Ketupat
Makna Dalam di Balik Isi Yu Sheng
Topic
#kuliner