Trending Topic
Di International Women‘s Day, UNIQLO Indonesia Ajak Pahami Interseksional

9 Mar 2026

 Moderatoer Wita Krisanti (kiri) di antara pembicara. Foto: Dok. Uniqlo


Merayakan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret, UNIQLO ingin membahas lebih dalam soal keragaman identitas yang ada di kantor, terutama pada perempuan, dengan mengangkat tema Interseksionalitas: Menemukan Jalan di Tengah Berbagai Tantangan dalam Karier. 


Diskusi inspiratif tentang tema ini digelar bersama para pembicara Irma Yunita, Corporate Affairs Director Uniqlo Indonesia; Fetty Kwartati, Director PT Tara Naya Karsa, Retail Management Consulting; Rhaka Ghanisatria, Co-Founder Menjadi Manusia; dan dimoderatori Wita Krisanti, Executive Director IBCWE.

Memang, banyak organisasi sudah punya kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI), tapi cara pandang interseksional (melihat berbagai sisi identitas seseorang, seperti gender, usia, dan latar belakang) mengajak perusahaan untuk melangkah lebih jauh.

Tujuannya adalah memahami bagaimana berbagai faktor, mulai dari gender, usia, latar belakang pendidikan, hingga kondisi sosial ekonomi, saling memengaruhi pengalaman kerja dan karier seseorang.

Secara global, banyak penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang pemimpinnya lebih beragam dan inklusif cenderung punya daya inovasi dan kinerja yang lebih baik. Ini artinya, inklusi (keterlibatan semua orang) bukan hanya urusan sosial, tapi juga strategi bisnis yang menguntungkan.

Di Indonesia, obrolan tentang kepemimpinan yang merangkul semua orang terus berkembang, walau masih ada tantangan seperti budaya hierarkis dan prasangka (bias) yang tidak disadari. Di sinilah kepekaan pemimpin untuk mau mendengar, memahami kerumitan situasi, dan mengambil keputusan yang adil menjadi cara pandang interseksional ini.

Saat ditanya apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar kata “inklusivitas” dan aksi inklusif apa yang sudah dilakukan di tempat kerja, setiap peserta diskusi punya buah pikirannya masing-masing.

“Keberagaman itu bukan cuma soal ada perwakilan. Tapi ini tentang apakah setiap orang benar-benar punya tempat untuk berkembang dan menyumbang kontribusi secara jujur dan autentik. Di industri retail yang bergerak cepat, menjaga keseimbangan antara performa kerja dan kepemimpinan inklusif memang sebuah tantangan. Tapi justru di situlah kualitas pemimpin diuji,” kata Irma Yunita. 

Sebagai bagian dari perusahaan global, Uniqlo Indonesia menerapkan sistem evaluasi dan pengembangan karyawan yang berdasarkan kemampuan dan hasil kerja. Selain itu, Uniqlo juga membuka kesempatan pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk semua level karyawan, termasuk perempuan dan talenta muda.

Advertisement
Kondisi ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai, didorong komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan. 

Diskusi ini juga menekankan pentingnya organizational allyship (peran sebagai ‘sekutu’ di tempat kerja), yaitu peran aktif setiap individu, khususnya para pemimpin, untuk menjadi pendukung rekan kerja dari berbagai latar belakang.

Menjadi sekutu bukan berarti harus tahu semua jawaban, tapi punya kemauan untuk mendengar dan terus belajar.

Dalam keseharian kerja, hal ini terlihat dari cara pemimpin membagikan kesempatan bicara di rapat, mempertimbangkan fleksibilitas kerja, hingga berani mengoreksi prasangka yang mungkin tidak disadari. Tim yang merasa aman dan dihargai akan lebih berani menyampaikan ide dan perspektif baru.

Melalui momen Hari Perempuan Internasional atau International Women‘s Day, Uniqlo Indonesia mengajak kita melihat kepemimpinan inklusif sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tren. (f)

Baca juga: 
Aroma Baru Lebih Intens Rayakan 20 Tahun Dolce&Gabbana The One
Bye Bye Perang Harga! Tren Belanja Ramadan 2026 Bergeser ke Kualitas dan Layanan Anti-Repot
Setelah Puasa 10 Hari Berat Badan Belum Turun?



Trifitria Nuragustina


Topic

#uniqloIndonesia , #ibwce

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?