Kuil Man Mo
Gantungan dupa raksasa di eksterior membuatnya terlihat cantik dan kontras dengan gedung perkantoran sekitar.
Kuil Man Mau yang menjadi monumen bersejarah ini tempat persembahan indah untuk Dewa Sastra/Literatur (Man) dan Dewa Perang (Mo).
Menurut virtual guide Annie di acara virtual tour untuk media yang digelar oleh Hong Kong Tourism Board, Dewa Man dikisahkan memiliki spesialisasi pada intelektualitas, terutama pada bagian ujian dan penulisan. Bahkan, 400 tahun lalu, seluruh orang yang akan mengikuti ujian kekaisaran memanjatkan doa kepada Dewa Man.
Di era kini, orang tua membawa anak-anaknya dan meminta diberkahi nilai pendidikan terbaik. Terjadi tiap Imlek dan jelang tahun ajaran baru (September). Sebagai persembahan, dibawa alat sekolah, serta daun bawang dan seledri. Lafal kedua sayur ini terdengar seperti ‘pintar’ (chong/daun bawang) dan pekerja keras (kun/ seledri).
Ditambah, ritual menyentuh Pena Emas di depan kuil, sebagai doa menambah berkah mereka dalam mencari nafkah.
Juga di satu jalan lurus yang sama adalah Kuil Lit Shing dan Kung Sor.
Dulunya Kuil Lit Shing menjadi tempat menyembah dewa surgawi, sementara bangunan Kung Sor sebagai aula pertemuan penting.
Trifitria Nuragustina
Topic
#discoverhongkong, #hongkong, #wongtaisintemple, #chekungtemple