Secara tradisional, kefir adalah minuman fermentasi dari susu (sapi, kambing atau domba) yang ditemukan masyarakat Pegunungan Kaukasus. Belakangan, muncul nama baru, yaitu water kefir yang merupakan hasil fermentasi air gula. Rasanya manis, ringan, dan menyegarkan seperti minuman ringan bersoda.
Buah-buahan kering atau kismis sering juga ditambahkan dalam pembuatan, kemudian difermentasikan selama 1-3 hari dalam suhu ruang. Proses fermentasi akan menghilangkan rasa manis dan berganti rasa sedikit asam dan bersoda (mengeluarkan karbon). Cairan untuk membuat water kefir juga makin bervariasi, dari jus buah, air kelapa, hingga jus sayuran.
Konon, water kefir ditemukan orang Meksiko yang memfermentasi sari tanaman kaktus jenis ountia. Karena mengandung kadar glikemik rendah, minuman ini baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Minuman ini tidak mengandung kafein, non-dairy, dan bebas gluten, sehingga siapa pun bisa mengonsumsinya, termasuk anak-anak.
Meski begitu, bukan berarti kita tidak perlu berhati-hati. Bagi penderita penyakit yang disebabkan oleh jamur kandida atau diabetes, perlu memperhatikan betul kualitas water kefir, karena bisa jadi minuman tersebut masih mengandung gula. Kefir yang terfermentasi baik adalah yang dominan rasa asam dengan rasa manis yang sangat ringan, sehingga saat meminumnya perlu adaptasi sejenak.
Topic
#makanansehat, #superfood