Fiction
Cerpen: Pagi Harinya Aku Teringat…

25 Nov 2018

 
Aku suka Paris karena aku bisa naik ke puncak Menara Eiffel dan merasa seperti gadis tercantik di dunia. Aku bisa kelaparan dan merasa kenyang dengan melahap pemandangan  lampu-lampu sepanjang Sungai Seine. Tiap kali aku merasa ingin mati, kuingatkan diri bahwa masih ada tempat di Paris yang belum kukunjungi.
 
Suatu malam aku berjalan pulang dari studio yang kusewa bersama lima penulis lain. Jalanan gelap. Sepatu botku yang bocor terbenam dalam genangan, dan aku menggigil. Aku hanya ingin pulang dan mengubur diri di bawah selimut. Tiba-tiba… “Eliza!”
 
Aku tersentak keluar dari kulitku dan menoleh. Di seberang jalan, seorang wanita paruh baya berdiri, menatap menembusku. Aku tidak salah. Ia memanggil namaku: E-li-za. Dia bahkan tidak mengucapkannya dengan cara Prancis, tapi Eliza dengan ‘z’ bergema kuat di udara. Tidak ada orang lain di jalan. Kutatap kembali wanita itu, mencoba menebak apakah aku mengenalnya.
Advertisement
 
Tidak. Mungkin dia memanggil seseorang di dalam gedung. Mungkin putrinya, seorang gadis yang baru-baru ini belajar merias diri dan menghabiskan waktu tanpa akhir di depan cermin, menunda semua rencana ibunya.
 
Siapa pun yang dipanggilnya, wanita itu tidak memanggilku. Ia mungkin bahkan tidak melihatku. Tidak ada yang memanggil namaku di Paris. Bahkan mereka yang memanggil Eliza, mereka selalu memanggil orang lain.
 
Awan musim dingin membuat segalanya hitam. Kuputuskan aku butuh sinar matahari, aku pun menuju padang pasir.\
 


Topic

#fiksi, #cerpen

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?