Foto: 123RF
Menurut psikolog perkawinan dan keluarga, Wulan A. Ramadhani, M.Psi., lima tahun pertama pernikahan merupakan masa penyesuaian pasangan terhadap berbagai perubahan peran, harapan, maupun dengan keluarga besar. Lima tahun pernikahan bisa dianggap sebagai evaluasi kematangan dalam berumah tangga, termasuk menerima anggota keluarga baru melalui adopsi. “Namun, usia pernikahan tidak selalu berhubungan langsung dengan kesiapan mental untuk menjadi orang tua,” ujar Wulan.
Berikut sembilan pertimbang bagi orangtua sebelum mengadopsi anak:
1/ Adopsi harus diputuskan bersama, bukan sepihak, sebab membesarkan anak tidak mudah dan butuh kerja sama.
2/ Idealnya, keputusan mengadopsi dilandasi pertimbangan rasional. Jangan mengadopsi anak hanya sebagai ‘pancingan’ untuk mendapatkan anak sendiri.
3/ Aktif mencari tahu yang harus dipertimbangakan dalam proses adopsi, seperti mengetahui riwayat genetis anak. Ini bisa jadi pertimbangan untuk menyiapkan finansial, jika ternyata anak memiliki kebutuhan khusus.
4/ Adopsi dari keluarga atau yayasan memiliki proses dan tingkat kerumitan yang berbeda. Mantapkan diri Anda dan pasangan selama proses tersebut.
6/ Tiap anak memiliki fisik dan kepribadian berbeda. Calon orang tua perlu mempersiapkan diri menghadapi perbedaan tersebut.
7/ Pertimbangkan pengaturan finansial, tenaga, dan waktu. Khususnya, tambahan waktu untuk anak dan keluarga. Diskusikan pengaturan waktunya agar semua mendapatkan porsi seimbang.
8/ Siapkan stamina, terutama ketika mengadopsi anak bayi atau balita yang masih sangat bergantung kepada orang tua.
9/ Cari dukungan sebanyak-banyaknya. Jika ada keluarga yang menentang, gali dan dengarkan apa yang membuat mereka keberatan. Sampaikan kesiapan Anda untuk mendapatkan masukan tentang hal yang perlu dipersiapkan dan diantisipasi nantinya. (f)
Baca juga:
Kiat Menghadapi Keluarga yang Sering Bertanya Soal Anak Adopsi
Merasa Bersalah Pada Anak Adopsi
Tak Mau Mengadopsi Anak
Topic
#adopsi