Career
7 Kesalahan Rookie di Tempat Kerja (dan Cara Menghindarinya)

13 Nov 2025

Anak baru wajar bikin kesalahan, tapi kalau bisa, kenapa gak dihindari? Foto ilustrasi: Canva


Namanya juga anak baru alias rookie, wajar, dong, jika melakukan beberapa kesalahan di awal kerja.

Tujuh hal ini biasa jadi kesalahan anak baru, tapi sebenarnya kita bisa, kok, menghindarinya, atau segera memperbaikinya jika telanjur terjadi.

1/ Diam padahal gak ngerti
Banyak anak baru malu atau takut terlihat “kurang pintar,” jadi mereka memilih diam meskipun bingung.

Mendingan berprinsip ask early, fix early. Tanyakan hal-hal yang belum jelas sejak awal. Atasan justru akan menghargai kamu yang pro-aktif. 

2/ Overpede tapi gak siap
Kebalikan dari poin 1, anak baru sering merasa “sudah bisa” lalu ngerjain tugas tanpa cek ulang instruksi.

Percaya diri penting, tapi sebagai anak baru ulangi ulangi kembali instruksi yang kamu dengar untuk memastikan pemahamanmu benar. Bikin checklist biar gak ada yang kelewat.

3/ Menunggu perintah
Cuma ngerjain apa yang disuruh, lalu bingung saat pekerjaan selesai, dan gak inisiatif mencari tantangan baru?

Lebih baik kamu minta feedback kepada atasan, mengusulkan ide kecil, atau menawarkan bantuan untuk tim lain.

4/ Terlalu andalkan chat dan email
Semua komunikasi dilakukan lewat chat, sehingga miskom makin besar, sering dilakukan anak baru demi kepraktisan.
Advertisement

Kalau topiknya penting atau bisa memicu salah paham, ngobrol langsung atau video call. Lebih cepat dan akurat.

5/ Tidak mengatur ekspektasi
Anak baru sering gak bilang kalau pekerjaan ternyata butuh waktu lebih lama, lalu begitu hasilnya telat jadi panik sendiri.

Solusinya, laporkan update secara berkala, terutama kalau ada hambatan. Atasan lebih suka ada heads-up dibanding kejutan (dan ini sesuai dengan solusi poin 3).

6/ Menyepelekan budaya perusahaan
Kamu harus ingat kalau tiap perusahaan punya vibe dan etika masing-masing; ada yang santai, namun gak sedikit yang formal dan mungkin kaku di mata kamu.

Karena itu, observasi dulu lingkungan kamu. Pelajari gaya komunikasi, jam kerja, cara tim mengambil keputusan, serta dos and don’ts yang berlaku.

7/ Gak jaga jejak digital
Chat meledak-ledak, emoji berlebihan, atau curhat hal sensitif di kanal urusan kerja sama saja dengan menantang ditegur atasan, dan memperburuk CV kamu.

Ruang kerja digital adalah rekam jejak profesional. Tetap ramah, sopan, dan to the point = wajib! (f)

Baca juga:
5 Faktor Penting yang Menentukan Keberhasilan dalam Karier
Lakukan 5 Hal Ini di Kantor Sebelum Lunch Break
5 Tip Karier dari Drama Law and the City, Poin Terakhir Penting Banget



Brianna Relisha


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?