Food Story
Menyesap Kopi Lebih Dalam di Elephant Grounds

5 Oct 2026

Jeda sejenak dengan kopi terkurasi dan camilan comforting. Foto: Dok. Elephant Grounds


Definisi ngopi kini bukan sekadar nongkrong sambil menikmati segelas atau secangkir kopi.

Ngopi di luar rumah juga diharapkan membawa pengalaman tersendiri, baik dari cita rasa kopi maupun suasana tempatnya.

Kamu punya satu destinasi baru untuk itu, Elephant Grounds, di Jakarta Selatan. 

Jenama kafe asal Hong Kong yang berdiri sejak 2013 itu hadir di Jakarta sejak Agustus lalu, membawa konsep “third place,” yakni ruang di antara rumah dan tempat kerja untuk menikmati kopi, bersantap, bekerja, atau bersosialisasi.

Gerai pertama di Jakarta ini terletak di Annajon Lifestyle Hub—kesannya tersembunyi, padahal tak sampai lima menit berjalan kaki, kita sudah ada di tepi salah satu jalan raya tersibuk di Jakarta. Cocok untuk kamu yang ingin ngopi santai dan jeda sejenak dari hiruk pikuk hari.

Di kafe ini, kamu bisa mengeksplorasi area roastery, bakeri, gelato, serta ruang luar yang ramah hewan peliharaan.

Kopi skena atau kopi klasik, semua diracik dari biji kopi dengan naratif masing-masing; area bakeri punya beragam pilihan gurih dan manis. Foto: Dok. Elephant Grounds

Beberapa waktu lalu, menyambut Hari Kopi Sedunia tanggal 1 Oktober, Elephant Grounds menggelar coffee cupping session, sebuah pengalaman yang mengajak peserta mengeksplorasi kopi dari POV berbeda. 

Jika biasanya kita memilih kopi berdasarkan menu favorit, cupping memberi kesempatan untuk mengenali karakter kopi dengan lebih saksama. 

Ada 9 varian kopi yang dicoba dari berbagai kebun kopi di Indonesia hingga Afrika.

Sekilas saat pertama menyesapnya, apalagi jika kamu penikmat kopi kelas pemula, semua sama. Namun jika lebih didalami, tiap kopi punya profil rasa beda tipis—ada yang lebih fruity, aromanya lebihnya menonjol, hingga nutty yang terasa banget.

Dalam dunia specialty coffee, cupping merupakan metode mencicipi kopi secara terstruktur untuk mengevaluasi aroma, rasa, tingkat keasaman, body atau sensasi tekstur di mulut, serta aftertaste. 

Kopi diseduh dengan metode yang relatif seragam agar karakter masing-masing sampel lebih mudah dibandingkan.

Prosesnya dimulai dengan mencium aroma bubuk kopi, kemudian mengevaluasi aromanya setelah diseduh dengan air panas. Setelah itu, kopi dicicipi untuk mengenali perbedaan karakter rasa yang muncul. 

Suasana coffee cupping session di Elephant Grounds, mencicipi lebih dalam 9 varian kopi. Foto: Dok. Femina

Jangan kaget kalau para pencicip mengeluarkan suara kencang saat menyesap kopi, slurp! Ternyata itu untuk memberi udara di dalam rongga mulut saat mencicipi kopi. Dengan demikian, profil rasa kopi lebih terdefinisi, terutama karakter kopi yang lebih lembut.

Bagi penikmat kopi yang ingin mengenal lebih jauh minuman favoritnya, cupping bisa menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru. Kita jadi tah kalau, di balik secangkir kopi, ada banyak detail yang bisa dieksplorasi—mulai dari asal biji, proses pengolahan, hingga karakter rasa yang membuat setiap kopi terasa berbeda.

Di Elephant Grounds, setiap kopi yang kamu coba ada naratifnya. Baik itu dari Sumatra, Sulawesi, atau Kenya dan Ethiopia. Menyesap kopi pun kini terasa lebih bermakna. (f)

ELEPHANT GROUNDS
Annajon Lifestyle 
Jln. TB Simatupang No.Kav.16-17
Jakarta Selatan

Jam operasional: 08.00-22.00 WIB

Baca juga:
Jegég dari Second Floor, Keindahan Proses Meracik Kopi
Menu Kemerdekaan di Bacha Coffee, Teman Secangkir Kopi dalam Cita Rasa Indonesia
Kelas Bean to Bar di APCA, Terobosan di Tengah Tren Pemahaman Cokelat Berkualitas

 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?