Telur ayam bebas sangkat berisiko lebih rendah terhadap Salmonella. Foto ilustrasi: Pexels/Cottonbro Studio
Tahukah kamu kalau telur ayam yang kamu beli, sebagai salah satu sumber utama protein sehari-hari, terdiri atas tiga jenis berdasarkan cara ayam dipelihara produsen?
Ada Telur Konvensional, yang berasal dari ayam yang dikurung dalam sangkar besi terus-menerus dengan ruang gerak yang sangat terbatas dan tidak bisa mengekspresikan perilaku alaminya.
Ada juga Telur Bebas Sangkar (Cage-Free), yang dihasilkan oleh ayam yang dipelihara tanpa menggunakan sangkar/kandang baterai sempit.
Ayam dapat bergerak bebas di dalam area kandang (seperti di lantai atau sistem bertingkat), serta bisa melakukan perilaku alaminya seperti berjalan, mengepakkan sayap, bertengger, mengais, dan mandi debu.
Terakhir, ada Telur Free-Range, dari ayam yang bebas berkeliaran di area terbuka atau padang rumput.
Telur ayam dengan sistem bebas sangkar mengutamakan kesejahteraan hewan (animal welfare) dan memiliki risiko kontaminasi Salmonella yang lebih rendah.
Agar masyarakat lebih paham benefit mengonsumsi telur ayam bebas sangkar, edukasi mengenai kebaikan telur ayam bebas sangkar terus dilakukan Indonesian Cage-free Association (ICFA) melalui kampanye Telur Baik.
ICFA didirikan pada Mei 2024 untuk mewadahi peternak ayam petelur bebas sangkar di berbagai wilayah Indonesia serta memberikan pendampingan dan dukungan teknis bekerja sama dengan Global Food Partners.
Kampanye Telur Baik terus berlangsung di peretail Jabodetabek, termasuk di Farmers Market Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta, pada 22 Oktober hingga 1 November 2026.
Sebelumnya, aktivasi serupa berlangsung sejak September silam di Farmers Market, MargoCity Mall, Depok, serta di Ranch Market Pondok Indah Mall 5, Jakarta, yang mencatat kenaikan penjualan telur ayam bebas sangkar dibandingkan periode normal hingga di atas 1.000%.
Kristina Yolanda, Ketua ICFA (paling kiri) di aktivasi Telur Baik di Farmers Market MKG. Foto: Dok. Farmers Market
Lewat aktivasi ini, ICFA mengajak konsumen melihat perjalanan telur ayam bebas sangkar dari praktik pemeliharaannya hingga menjadi bahan pangan pilihan untuk keluarga.
Masyarakat dapat mengenal tiga peternak anggota ICFA yang memiliki karakter produk berbeda.
Persamaannya, ketiganya telah memperoleh sertifikasi Certified Humane, yaitu sertifikasi internasional yang memastikan bahwa produk yang dihasilkan berasal dari hewan yang dipelihara sesuai standar kesejahteraan hewan yang ditetapkan.
PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS) menghadirkan telur bebas sangkar merek Nava, yang merupakan house brand dari Ranch Market.
Sementara itu, CV Gemilang Farm membawa Happy Eggs (free-range), yang dihasilkan dari ayam dengan akses ke area luar kandang. Produk ini juga memiliki nilai tambah berupa kandungan omega-3.
Sedangkan PT Girijaya Budiman Agro menghadirkan Tamago Egg yang diproduksi melalui peternakan ayam free-range. Produk ini memiliki klaim kandungan vitamin D lebih tinggi.
Sebagai mitra retail dari Telur Baik, Farmers Market melihat kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan produk telur ayam bebas sangkar kepada pelanggan.
“Dengan adanya aktivasi seperti ini, pelanggan Farmers Market bisa mendapat edukasi langsung tentang pilihan telur yang tersedia dan tertarik untuk mencobanya,” ujar Januardi, Store Manager Farmers Market MKG, mengutip rilis pers.
Melalui rangkaian di berbagai lokasi, ICFA berusaha mempertemukan lebih banyak konsumen dengan pilihan telur ayam bebas sangkar.
“Kami ingin telur ayam bebas sangkar bisa hadir di banyak peretail dan ikut menjadi pilihan para ibu saat memilih menu makan sehari-hari,” jelas Kristina Yolanda, Ketua ICFA, dalam rilis pers.
Bagaimana dengan telur di rumah kamu? (f)
Baca juga:
5 Menu Telur Sat-Set untuk Sarapan dan Bekal
Mengapa Telur Harus Disimpan di Kulkas?
6 Manfaat Telur Rebus, Dari Meningkatkan Metabolisme Hingga Diet