Foto: Freepik
Lantas apa saja gejala COVID-19 pada anak? Dikutip dari alodokter.com, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek, demam, radang tenggorokan atau tenggorokan kering, batuk-batuk, hingga sesak nafas.
Selain itu, gejala yang terjadi pada orang dewasa seperti kehilangan indra penciuman, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot juga bisa dialami anak. Anak juga bisa mengalami gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah, diare, sakit perut dan hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun, seperti dikutip dari health.detik.com.
Sejumlah gejala ini dapat diperparah apabila anak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa kondisi pada anak yang patut diwaspadai apabila terinfeksi virus Corona, di antaranya sebagai berikut.
- Asma atau penyakit paru kronis
- Diabetes
- Kondisi genetik, neurologis, atau metabolik
- Penyakit sel sabit
- Penyakit jantung sejak lahir
- Gangguan sistem imun
- Anak-anak dengan berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak bagian tubuh
- Obesitas.
Pejabat WHO sekaligus pakar penyakit menular Maria Van Kerkhove menyebutkan bahwa pada anak yang terinfeksi virus corona mungkin tidak membangun gejala COVID-19 sebanyak orang dewasa. "Terutama pada anak-anak yang masih sangat kecil, (gejala) mereka cenderung lebih ringan, yang berarti gejala mereka tidak sebanyak orang dewasa," ungkap Maria dalam sebuah episode Science 5 di laman resmi WHO. Ia juga mengungkap masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendalami dampak virus varian baru seperti yang muncul di Inggris, pada anak-anak.
Yang perlu diwaspadai orang tua adalah di usia anak-anak, terutama balita mereka belum bisa banyak mengungkapkan gejala sakit yang sedang dirasakan. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui gejala COVID-19 apa saja yang bisa terjadi pada anak.
Selain itu, orang tua juga jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi sekaligus menerapkannya pada anak dengan cara:
- Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar di alir mengalir dan menggunakan sabun. Terapkan aturan cuci tangan 20 detik dan pastikan anak membasuh seluruh tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela Jari dan ujung kuku.
- Biasakan anak menggunakan masker. Pilihlah masker yang ukurannya pas untuk anak dan ajarkan ia cara memakai masker yang benar dan ingatkan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.
- Berikan anak makanan bergizi. Asupan nutrisi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Selain itu, pastikan makanan yang diberikan pada anak telah dimasak hingga matang.
- Ajak anak untuk rutin berolahraga. Berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tapi juga memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Ajak anak rutin berolahraga 30 menit sehari. Lakukan di lingkungan rumah agar tetap aman.
- Ajarkan anak perilaku sehat seperti menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
Hingga saat ini belum ada vaksin COVID-19 yang tersedia untuk anak di bawah usia 18 tahun. Menjadi tanggung jawab orang tua untuk melindungi anak dengan tetap menjalankan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), serta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Tahan-tahan diri dulu jika ingin mengajak anak berwisata atau kumpul-kumpul, pikirkan dampaknya untuk anak-anak kita. (f)
Baca Juga:
Satgas Ajak Masyarakat Lebih Kompak Lakukan Langkah Pencegahan Penyebaran COVID-19
Cegah Kasus COVID-19, Pemerintah Revisi Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021
Jangan Ragu Datang, Ini Lokasi Vaksinasi COVID-19 di Jakarta untuk Usia 18 Tahun ke Atas
Faunda Liswijayanti
Topic
#covid19, #corona, #3M