Trending Topic
Tren Kasus COVID-19 Pada Anak Meningkat, Ini Gejala yang Orang Tua Perlu Waspada

21 Jun 2021


Foto: Unsplash


Anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena COVID-19. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, seperti dikutip dari kompas.com, tren kasus positif pada anak di bawah usia 18 tahun meningkat. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Masyarakat juga diminta mengurangi mobilitas untuk mencegah kenaikan kasus ke depannya. 

Berdasarkan data DKI Jakarta, dari penambahan 5.582 kasus harian COVID-19 di Jakarta per 20 Juni 2021, terdapat 879 diantaranya kasus anak-anak. Rinciannya adalah 655 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 224 kasus adalah anak usia 0-5 tahun. Sisanya, 4.461 kasus adalah usia 19 - 59 tahun, dan 442 kasus adalah usia 60 tahun ke atas. 

Secara Nasional, angka kasus COVID-19 pada anak tidak bisa dianggap enteng. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, proporsi kasus COVID-19 pada anak secara nasional saat ini adalah 12,5 persen.

"Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak," kata dr Aman dalam konferensi pers, Jumat (18/6/2021), seperti dikutip dari health.detik.com. 

Advertisement
"Kedua, data IDAI case fatality rate-nya itu adalah 3-5 persen. Jadi ini kita kematian yang paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3-5 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut dr Aman menegaskan bahwa 50 persen dari seluruh kasus kematian COVID-19 pada anak adalah kelompok balita. Oleh karena itu, penting para orang tua untuk menjaga anaknya agar tidak terpapar COVID-19. "Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita," tegasnya.

Melihat perkembangan kasus pada anak ini, IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun dilaksanakan secara daring. Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, jika mereka abai, yang menjadi korbannya adalah anak-anak.

"Jadilah orangtua saat pandemi, dampingi anak-anak kita, penuhi hak anak untuk hidup dan untuk sehat fisik dan mental demi masa depan yang lebih baik, kita hidup untuk apa? Jaga anak kita, jaga anak kita," kata dr. Aman, seperti dikutip dari Kompas.com.


Baca Juga: Gejala COVID-19 pada Anak 



Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #corona, #3M

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?