Foto: Fotosearch
Seandainya kita mendengar kabar bahwa suami kita berselingkuh sementara suami menyatakan kebalikannya, siapa yang harus kita percaya? Sebelum kita terlanjur meninggalkan suami hanya karena gosip yang belum tentu kebenarannya, ada baiknya kita menyelidiki dulu kepastiannya. Salah satunya adalah dengan melakukan tes apakah pasangan berbohong atau tidak.
Menurut Handoko Gani, pengamat perilaku manusia dari Lie Detector Indonesia, tidak ada tanda-tanda universal pada wajah dan gerak tubuh seseorang yang sedang selingkuh. “Tanda-tanda selingkuh sama seperti tanda-tanda bohong, hanya bisa diketahui oleh seseorang yang sangat mengenal pasangannya. Karakter, cara bicara, cara menjawab, cara berpikir, gaya berjalan, dan lain-lain,” ujar Handoko. Secara mindset, bohong berarti ada yang beda antara yang diucapkan, dipikirkan, dan dilakukan. Dengan kata lain adanya perbedaan sikap dari kebiasaan yang dilakukan selama ini.
Misalnya selama ini pasangan tidak pernah memiliki kata kunci untuk berbagai gadget yang dimilikinya, tiba-tiba suatu hari semua gadget-nya terkunci dan hanya dia yang bisa membuka. Atau dia tipe pria yang selalu menatap mata Anda ketika bicara tapi akhir-akhir ini tiap kali berbincang dengan Anda, dia tidak pernah melakukan kontak mata.
Namun Handoko berpesan agar hati-hati menuduh pasangan berselingkuh hanya karena pengamatan dan menemukan satu atau dua tanda yang konon disebut-sebut sebagai tanda berbohong. Karena belum tentu pengamatan kita benar. ”Banyak hubungan yang berantakan karena dugaan-dugaan semata,” ujar Handoko.
Namun seandainya kita sudah melakukan pengamatan dan penyelidikan yang mengarah pada satu kesimpulan bahwa pasangan kita selingkuh, apa langkah yang akan dilakukan? Haruskah memafkan dan melanjutkan pernikahan atau bercerai? Sebelum memutuskan, saran dari Psikolog Irma Makarim ini mungkin bisa menjadi pertimbangan.
“Pilihan berada di tangan Anda, begitu juga dengan konsekuensi dari kehidupan yang Anda pilih. Perlu Anda pahami, mengubah sikap orang lain itu sulit. Bila Anda menginginkan perubahan, ubahlah sikap Anda terlebih dahulu.
“Sampaikan kepada suami, bagaimana Anda ingin diperlakukan dan ungkapkan penolakan Anda terhadap perselingkuhannya. Tunjukkan juga sanksi tegas bila suami melanggar kepercayaan dan kesepakatan rumah tangga Anda berdua. Jika kali ini Anda masih memaafkannya, sampaikan dengan tegas kepada suami untuk tidak lagi berselingkuh. Apabila suami masih melakukannya, itu berarti ia memang tidak peduli kepada Anda maupun rumah tangganya. Anda harus segera mengambil keputusan demi kebaikan dan kebahagiaan Anda sekeluarga.
Pertimbangkan dengan matang, apakah perkawinan seperti ini layak dipertahankan? Apakah Anda dan anak layak diperlakukan demikian? Anda tak perlu bersembunyi di balik rasa bersalah terhadap orang tua atau anak. Orang tua dan anak juga menginginkan Anda hidup bahagia. Siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan raih kembali kebahagiaan Anda.” (f)
Baca Juga:
- Menyikapi Sikap Suami yang Berubah Setelah Reuni Sekolah
- 3 Hal yang Sulit Dikompromikan dengan Pasangan
Topic
#selingkuh