"Ini pekerjaan impian. Setelah Habibie & Ainun saya ingin sekali memerankan tokoh bersejarah. Peran ini sangat menantang karena tokoh tersebut sudah tidak ada sehingga saya harus merekonstruksi ulang secara visual. Saya bertransformasi sebagai Cokro berdasarkan interpretasi saya dari hasil riset, skenario, dan imajinasi," jelas Reza.
"Betul, saya suka banget dengan lagu-lagu klasik karena liriknya yang puitis dan dalam. Selain itu, yang menarik pada era Cokroaminoto adalah saat lahirnya berbagai aliran politik seperti sosialis, nasionalis, dan komunis, serta berkembangnya Budi Utomo," ujar Reza.
"Saya sangat tertarik pada isu pendidikan anak di Indonesia. Soalnya sejak zaman penjajah, anak-anak dididik untuk mendengar dan menghapal, bukan bertanya. Akibatnya generasi muda cenderung apatis terhadap budayanya sendiri, yang membuat saya sebagai generasi muda prihatin. Jika saya mendapat kesempatan menjadi sutradara, saya ingin mengangkat isu tersebut," katanya bersemangat.