Dalam Whalefall, kedalaman laut jadi setting-nya, dan sang tokoh berada di dalam perut ikan paus.
Yap! Sesuai judulnya, film yang disutradarai Brian Duffield (Spontaneous; No One Will Save You) ini berkisah tentang bangkai paus yang tenggelam ke dasar lautan terdalam—tapi kali ini, ada seseorang di dalamnya yang berjuang agar bisa pulang.
Setahun setelah kematian sang ayah, Mitt Gardiner (Josh Brolin), karena bunuh diri, Jay (Austin Abrams) masih belum bisa berdamai dengan kenyataan itu, meski ibunya (Elisabeth Shue) dan dua kakaknya (Emily Rudd, Jane Levy) mulai move on.
Sang ayah adalah penyelam yang biasa mengantarkan turis berkeliling perairan Teluk Monterey di California, sosok yang mencintai laut dan ekosistemnya. Jay juga diajarkan untuk mencintai laut, mengenal berbagai ikan paus, dan jadi orang yang tangguh di lautan dan kehidupan.
Namun Mitt mengecewakan Jay karena menolak mengobati penyakit paru-parunya. Kepergian Jay untuk kuliah di Iowa merenggangkan hubungan mereka, dan berubah jadi amarah terpendam bagi Jay ketika Mitt memutuskan untuk mengakhiri hidupnya agar bisa bersatu dengan laut yang dicintainya.
Jay masih sulit menerima kenyataan bahwa jasad sang ayah tidak pernah ditemukan keluarga, dan belum juga membuka surat terakhir dari Mitt. Sebelum kembali ke Iowa, ia pun diam-diam memutuskan menyelam untuk menemukan bagian dari jasad ayahnya.
Di dasar laut, pencarian Jay tidak berhasil. Namun gara-gara karang yang menyerupai tengkorak, ia menyelam lebih dalam, dan terjebak di antara perburuan cumi-cumi raksasa oleh paus sperma, cetacea (mamalia akuatik) bergigi terbesar di dunia.
Di sinilah survival thriller dimulai. Jay hanya punya cadangan oksigen tak sampai satu jam. Segala cara ia lakukan untuk mengeluarkan diri, namun apa yang terjadi ketika paus sperma diserang segerombolan orca (paus pembunuh), dan terjatuh jauh ke dalam dasar laut tak berujung?
Whalefall mengajak penonton merasakan perjuangan Jay di dalam perut ikan paus raksasa yang tanpa disangka penuh ancaman. Kecemasannya sekaligus bagaimana ia menerapkan pengetahuan praktis dari ayahnya dulu.
Menonton Whalefall di teater 4D menghidupkan semua ketegangan, seperti usaha Jay melepaskan diri saat tersedot ke dalam kerongkongan si paus, atau ketika Jay terhimpit organ tubuh si paus. Tapi saking serunya, kita mungkin jadi tidak fokus pada perjalanan karakter Jay—nonton di teater biasa mungkin lebih pas.
Film adaptasi novel karya Daniel Kraus itu memang bukan kisah Nabi Yunus versi modern, walau terselip pengalaman spiritual Jay. Di era modern, ditelan ikan paus ternyata tercatat pernah dialami beberapa orang, walau hanya dalam hitungan detik atau menit.
Film ini menunjukkan bahwa semua kejadian di alam ada konsekuensinya, termasuk bangkai ikan paus yang kaya sumber nutrisi justru menghidupkan ekosistem lautan.
Whalefall dengan rating 13+ tayang di bioskop Tanah Air mulai hari ini, 14 Oktober 2026. (f)
Baca juga:
The Social Reckoning: Alarm Keras di Era Manipulasi Digital
Digger: Lelucon Getir di Balik Kiamat Iklim Global
Verity: Manuskrip Rahasia Sang Penulis Lumpuh
Zornia Harisantoso
Topic
#reviews