Health & Diet
Hati-hati Keracunan Makanan, Lakukan 4 Hal Ini untuk Mencegahnya!

30 Oct 2017


Foto: Fotosearch

Lakukan Ini untuk Pencegahan!
Menurut data Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia, insiden diare akibat makanan yang terkontaminasi lebih banyak diderita oleh kelompok usia balita. Setidaknya, 10,2% anak-anak pernah menderita diare. Namun, BPOM mengingatkan, cemaran mikroba juga menjadi ancaman utama dalam jajanan anak sekolah.
 
Menurut penelitian BPOM, pada tahun 2014 setidaknya ada 23,82% pangan yang tidak memenuhi syarat dari semua sampel pangan jajanan anak sekolah yang dicurigai tidak aman. Dari sampel tersebut 74,89% tercemar mikroba. Industrialisasi, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup disinyalir membuat kasus foodborne disease meningkat tiap tahun.
 
Setidaknya, ada empat cara untuk menurunkan kemungkinan keracunan makanan.
›› Bersihkan
Kuman yang menyebabkan keracunan makanan bisa bertahan di banyak tempat dan menyebar di sekitar dapur. Maka, penting untuk secara teratur membersihkan dapur dan mencuci peralatan, seperti talenan, pisau, hingga meja dengan air panas bersabun. Cucilah tangan 20 detik dengan sabun sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan. Membersihkan buah dan sayur, harus menggunakan air mengalir.
›› Pisahkan
Keracunan sering terjadi karena kontaminasi silang kuman dan bakteri. Karena itu, pisahkan daging mentah, daging unggas, makanan laut, dan telur agar tidak menyebarkan kuman dan bakteri ke makanan siap disantap. Gunakan talenan dan piring berbeda untuk bahan daging mentah, daging unggas, dan makanan laut.
›› Masak
Beberapa hal yang dapat memicu keracunan makanan adalah tidak memasak makanan hingga matang, tidak menyimpan bahan pangan pada suhu yang tepat, membiarkan  makanan matang pada suhu ruang selama lebih dari satu jam, mengonsumsi makanan yang telah disentuh oleh seseorang yang sedang mengalami diare dan muntah-muntah, serta meletakkan makanan matang di wadah yang sama dengan bahan pangan mentah.
 
Advertisement
Menurut anjuran CDC, ada suhu yang tepat saat memasak untuk tiap bahan makanan.
Misal, daging sapi atau kambing perlu dimasak pada suhu 71º C selama 3 menit agar kuman berbahaya mati. Ikan perlu suhu 62º C atau dimasak sampai daging terlihat buram dan mudah dipisahkan menggunakan garpu.
 
›› Dinginkan
Bakteri dapat berkembang biak secara cepat pada makanan yang mengandung banyak protein atau karbohidrat saat dibiarkan pada suhu kamar atau temperatur antara 5º C hingga 60º C. Ini yang disebut kondisi ‘zona bahaya makanan’.
 
Karena itu, segera simpan makanan di dalam kulkas dengan suhu -4º C. Cairkan makanan beku dengan aman di air dingin atau langsung di microwave. Jangan pernah mencairkan makanan dingin di atas meja, karena bakteri berkembang biak dengan cepat pada makanan yang sudah mencapai suhu kamar.
 
Untuk Anda yang sering membeli makanan dari luar, tentu akan menjadi menantang
untuk mengontrol hal-hal tadi. Walau akan jadi lebih sulit memantau kebersihan makanan, disarankan untuk membeli santapan makan siang dari tempat yang tepercaya kebersihan dan proses pembuatannya.
 
“Jika sibuk dan sering mengonsumsi makanan yang dibeli dari luar, sebaiknya perhatikan bahan makanan apa saja yang terkandung di dalamnya, pastikan kemasan makanan tidak rusak (berlubang, sobek, berkarat atau penyok). Jangan lupa, selalu mencuci tangan sebelum makan,” saran dr. Vinka.
 
Sebelum mengonsumsi makanan, lihat tanggal kedaluwarsa pada kemasannya. Jika ada perubahan yang mencurigakan, berupa bercak putih, berlendir, atau bau tak sedap, berarti makanan tersebut telah kedaluwarsa.
 


Topic

#makanan, #kesehatantubuh

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?