Di Indonesia, kehadirannya diperkenalkan secara istimewa melalui Grand Baking Demo yang mendatangkan chocolatier terkenal asal Australia, Kirsten Tibbals, beberapa waktu lalu.
Ruby RB2 disebut oleh Callebaut sebagai jenis cokelat keempat, setelah dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Produksinya mengandalkan suplai biji cokelat yang dipetik di Amerika Latin dan Afrika Barat, serta dijual dalam ukuran kemasan 2,5 kg.
Yang membedakan RB2 bukan sekadar penampilannya yang mencolok, melainkan proses produksi yang melibatkan pengolahan khusus terhadap biji kakao ruby.
Proses proprietary ala Callebaut berhasil mengungkap karakteristik unik yang terkandung dalam biji kakao tersebut, menghasilkan cokelat dengan profil rasa dan warna ruby (mirip pink dengan sentuhan marun).
Dari segi aplikasi, RB2 menuntut pendekatan berbeda dibanding cokelat konvensional. Warna alaminya yang peka terhadap pH membuatnya lebih cocok untuk aplikasi berbasis lemak.
Bagi industri cokelat Indonesia, kehadiran RB2 membuka peluang baru untuk bereksperimen.
Di tengah naiknya harga cokelat dunia, namun dengan rasa cokelat yang terus-terusan menjadi top of mind konsumen, Ruby RB2 diharapkan membuka rasa penasaran dan memunculkan gairah berbelanja yang baru di dunia dessert. (f)
Baca juga:
Tren Tea Blend di Luar Negeri, Indonesia Sedang Menyusul?
Menanam Microgreens Bisa Jadi Hobi Baru
Hwangnam-Ppang, Kue Korea yang Mirip Bakpia Jogja
Trifitria Nuragustina
Topic
#rubychocolate, #kirstentibbals, #chocolateruby, #kuliner