Food Trend
Chef Degan Septoadji Kembali Pimpin Gastrodiplomacy di Jerman, Bawa Serta Tiga Chef Indonesia Hebat

10 Aug 2026

Chef Mili, Chef Norman, Chef Theo, dan Chef Degan. Foto: Dok. Behind the Chef


Program restaurant takeover di Schwarzwaldstube, Hotel Traube Tonbach, mempertemukan chef Indonesia, institusi kuliner kelas dunia, dan mitra industri dalam upaya memperkuat diplomasi gastronomi Indonesia.

Terletak di kawasan Black Forest, Hotel Traube Tonbach adalah hotel bintang lima superior garapan keluarga Finkbeiner dalam 236 tahun ini.

Generasi kedelapan, Heiner Finkbeiner dan keluarganya, meneruskan pelayanan personal, kenyamanan tertinggi, dan kuliner dengan suasana yang elegan. Tak mengherankan, Michelin menyematkan tiga bintangnya pada restoran Schwarzwaldstube dan satu bintang ke Restaurant 1789.

Di bawah gerakan Behind The Chef (BTC), Chef Degan Septoadji memimpin misi promosi cita rasa Indonesia di Restoran Schwarzwaldstube pada 5-10 Agustus ini. BTC yang semula adalah tayangan kuliner yang menampilkan Chef Degan sebagai host berkembang menjadi payung inisiatif gastrodiplomacy kuliner Indonesia melalui kolaborasi internasional, regenerasi, dan pengembangan talenta.

“Kami bersyukur dapat kembali membawa kekayaan rasa Nusantara ke Black Forest. Tahun ini istimewa karena kami tidak hanya menyajikan hidangan, tetapi juga terus membuka jalan bagi generasi koki muda Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman tampil di panggung kuliner internasional sekelas Traube Tonbach,” kata Chef Degan, di perjalanan kedua serupa. 

Advertisement
Kolak Pisang Ubi (Jawa Tengah), dessert di takeover kali ini. Foto: Dok. Behind The Chef

Menu Nusantara yang dihadirkan antara lain Scallop Tartare Naniura (Sumatra Utara), Udang Bakar Jimbaran (Bali), Sop Ayam Asam Pedas (Sumatra Barat), Sei Sapi Sambal Luat (Nusa Tenggara Timur), Mangut Ikan (Yogyakarta), hingga Kolak Pisang Ubi (Jawa Tengah).

Pengembangan BTC  tahun ini ditandai dengan dibawa sertanya tiga chef lain, yaitu Chef Theo (Setyo Widhyarto), Chef Norman Ismail, Chef Mili Hendratno, dan sebagai pembawa narasi, Nike Kurnia

Berbeda dari tahun sebelumnya adalah kehadiran tim produksi multimedia yang lebih menyeluruh. Perjalanan akan didokumentasikan sebagai serial dokumenter dan konten digital, memperlihatkan tidak hanya proses memasak tetapi juga kisah para chef, interaksi lintas budaya, serta perjalanan kuliner Indonesia di panggung gastronomi dunia. (f)

Baca juga: 
Sunday Brunch di Sini Gandeng 3 Guest Chef Hits
Jadi Kebanggan Indonesia, Ini Kehebatan Chef Degan Septoadji
Nike Kurnia Percayakan Pemasaran Nasi Bagoes Lewat Media Sosial

 

Brianna Relisha


Topic

#feminaindonesia, #foodtrend, #kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?