Food Story
Menikmati Sarapan tanpa Terburu-buru Gaya Türkiye

13 Jun 2026

Beragam hidangan menemani sarapan di World Breakfast Day yang terinspirasi kebiasaan makan pagi di Türkiye, termasuk Menemen (kanan). Foto: IG @turkuazrst


Kalau kamu termasuk tim yang sarapan hanya dengan kopi lalu langsung berlari mengejar aktivitas, mungkin orang-orang di Türkiye akan menganggapmu melewatkan salah satu momen terbaik dalam sehari.

Setiap tahun di hari Minggu pertama di bulan Juni, dunia memperingati World Breakfast Day atau Hari Sarapan Dunia.

Perayaan ini berawal dari inisiatif pemerintah Türkiye untuk memperkenalkan budaya sarapan mereka ke dunia internasional, dan kini dirayakan di berbagai negara dengan dukungan UNESCO sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya kuliner dan kebiasaan makan yang sehat. 

Bagi Türkiye, sarapan bukan sekadar mengisi perut sebelum bekerja. Sarapan adalah ritual sosial, ruang berkumpul, dan alasan untuk melambat sejenak di tengah kehidupan yang semakin sibuk.

Femina juga ikut menikmati sarapan ala Türkiye di Turkuaz Restaurant, Jakarta Selatan, resto yang menyajikan hidangan Türkiye autentik, bersama Duta Besar Türkiye untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Prof. Dr. Talip Küçükcan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie, serta rekan media lainnya.
 

Ritual pagi tanpa terburu-buru

Pagi itu, kami mencoba menu sarapan khas Türkiye, yang biasa kita santap saat traveling ke sana. 

Di banyak negara, sarapan sering dianggap sebagai makanan yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun di Türkiye, konsepnya justru sebaliknya. “Sarapan itu penting untuk memulai hari,” kata Dubes Talip Küçükcan.

Wamen Diktisaintek Stella Christie dan Dubes Talip Küçükcan di acara World Breakfast Day. Foto: IG @turkuazrst

Chef Sezai Zorlu, Chef dan Co-Owner Turkuaz, menambahkan bahwa bagi orang Türkiye, wajar menghabiskan satu hingga dua jam di meja sarapan sambal berbincang santai.

Mungkin inilah alasan mengapa kata Turki untuk sarapan, “Kahvaltı,” memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar “makan pagi.” Yang dicari bukan hanya rasa kenyang, tetapi juga kebersamaan.

“Kalau orang Türkiye sarapan, setidaknya harus ada dua jenis roti, dua jenis [olahan] telur, dan tiga jenis keju, ditambah buah kering,” ujar Chef Sezai Zorlu.

Femina membuktikan perkataan sang chef. Kami berbagi beragam hidangan dari roti, telur, keju, buah-buahan kering, ditambah zaitun, selai rumahan, dan sayuran segar.
 

Menu penuh warna

Sebelum bersantap, Turkish Tea dan Apple Tea yang menyegarkan dihidangkan hangat.

Menu pagi itu adalah (jangan kaget karena bervariasi banget):
- Pilihan beberapa jenis keju ditemani buah-buahan kering
- Zaitun hitam dan zaitun hijau
- Söğüş Plate dengan isi tomat, timun, dan sayuran hijau
- Egg Salad
Advertisement
- Olive Salad
- Cheese Gözleme (roti pipih dengan isi keju)
- Jam, Honey & Butter
- Sucuk in Butter
- Menemen (telur orak-arik dengan tomat dan paprika)
- Acuka (saus olesan gurih-pedas)
- Scrambled Eggs
- Fried Donut Dough
- Mixed Fries
- Beef Muska Borek
- Bread Basket yang enak banget dimakan langsung, termasuk Simit yang mirip bagel dan berlapis wijen.
 
Sebagian menu makan pagi ala Türkiye yang Femina coba. Foto: Dok. Femina

Tidak salah kalau meja berbagi kami terlihat seperti pesta kecil di pagi hari—dan super kenyang.

Sebagai penutup, secangkir Turkish Coffee yang pahit tapi enak pun disajikan.
 

Belajar dari Türkiye 

Menariknya, budaya sarapan Türkiye tidak hanya berbicara soal kelimpahan makanan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai inisiatif juga mulai mendorong konsep zero waste breakfast atau sarapan minim limbah.

Filosofinya sederhana: Gunakan bahan lokal sesuai musim, manfaatkan seluruh bahan makanan semaksimal mungkin, dan sajikan dalam porsi yang benar-benar akan dinikmati bersama. 

Pendekatan ini sejalan dengan karakter kuliner Türkiye yang mengandalkan produk segar, resep turun-temurun, dan penghargaan terhadap bahan pangan. 

Selain itu, lewat perayaan World Breakfast Day, budaya sarapan Türkiye menawarkan perspektif berbeda bahwa sarapan bisa menjadi alasan untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan dan benar-benar menikmati makanan yang ada di depan kita.

Dan mungkin, di tengah hidup yang semakin cepat, itu adalah kemewahan yang layak kita coba sesekali. (f)

Baca juga:
Bikin Lapar, 8 Makanan Ikonik di Dracin Favorit
Mengenal Jejak Rasa Nusantara Lewat Nasi, Soto, dan Sambal
5 Comfort Food Lokal Ini Paling Nikmati Dimakan Saat Hujan

 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?