Food Story
Lewat Chef’s Day Out: Vietnam Edition, Silk Bistro Sajikan Cita Rasa Street Food Hanoi di Jakarta

27 Jun 2026

Dari Hanoi ke Jakarta di Silk Bistro hingga pertengahan Agustus mendatang. Foto: Dok. Silk Bistro


Sebagai ibu kota Vietnam, Hanoi terkenal dengan budaya pinggir jalannya yang penuh warna.

Bisa dibilang kehidupan sehari-hari di Hanoi bermula dan berlangsung di trotoar—tempat orang makan, minum kopi, berbincang, hingga berolahraga. Jalanan bukan sekadar ruang publik, melainkan bagian penting dari identitas kota dan kehidupan sosial warganya.

Hanoi juga sering disebut sebagai ibu kota kuliner Vietnam. Kota ini terkenal dengan hidangan yang sederhana namun kaya rasa, terutama berkat penggunaan kaldu yang dimasak perlahan dan rempah-rempah yang seimbang.

Tak heran jika perjalanan kuliner dan budaya dari Chef-Owner Silk Bistro, Freddie Salim, dan Head Chef Kartika Chandra di Hanoi sangat berkesan.

Kehidupan Hanoi yang begitu berwarna, terutama di sepanjang trotoar. Foto: Dok. Silk Bistro

Selama lima hari empat malam, Chef Freddie dan Chef Kartika menyelami budaya makan sehari-hari masyarakat Hanoi. Mereka mencicipi berbagai hidangan khas Vietnam sembari mengamati ritme kota yang penuh warna, ramai namun teratur, serta budaya makan komunal yang kuat. 

“Hanoi terasa sangat jujur,” ujar Chef Freddie Salim, tentang pengalamannya. “Beberapa makanan terbaik yang kami cicipi justru berasal dari sudut-sudut kecil kota, duduk di kursi plastik sederhana, dikelilingi hiruk pikuk orang lalu lalang. Ada energi yang begitu hidup di sana.” 

Pengalaman tersebut terasa selaras dengan konsep Silk Bistro, di mana hidangan makin bermakna ketika dinikmati bersama keluarga dan sahabat. 

Chef Freddie Salim dan Chef Kartika Chandra dalam petualangan kuliner dan budaya di Hanoi, Vietnam. Foto: Dok. Silk Bistro

Pertanyaan sederhana, “Hidangan seperti apa yang paling cocok dinikmati bersama segelas wine?” mengawali bagaimana Chef Freddie dan Chef Kartika merangkai menu dari memori rasa mereka di Hanoi. 

Pertanyaan ini juga dilandasi bahwa sejarah sebagai koloni Prancis membuat Vietnam—khususnya di Hanoi—sudah terbiasa dengan budaya nge-wine. Saat ini, budaya nge-wine di Hanoi terlihat dalam skena kalcer anak muda mereka.

Pada 23 Juni lalu, Silk Bistro Menteng menggelar preview menu Chef’s Day Out: Vietnam Edition, dalam vibes yang menghidupkan kembali suasana menikmati street food di Hanoi.

Bánh Mì dalam beberapa pilihan rasa, seperti Wagyu Beef à la Bò Lá Lốt (wagyu dibungkus daun sirih) atau Lemongrass Whicken. Foto: Dok. Silk Bistro

Bangku-bangku plastik kecil ala trotoar Hanoi menemani bangku panjang di halaman Silk Bistro Menteng, dengan latar belakang Chef Freddie dan Chef Kartika beserta tim menyiapkan hidangan. Suasana akrab dari obrolan para undangan memberikan energi tersendiri.

Advertisement
Femina mencoba menu spesial racikan kedua chef, yang meliputi:
1/ Bánh Khọt
Panekuk mini khas Vietnam yang renyah dengan topping udang. Jangan lupa dicocol dulu ke dalam saus ikan khas Vietnam, nước mắm.

2/ Bún Riêu
Sup mi kuah tomat dan kepiting yang menjadi salah satu comfort food favorit di Vietnam. Ukuran bakso kepitingnya generous, dan kuahnya nikmat dihirup panas-panas. Ada juga topping cakue—nyam!

Bánh Khọt yang juga cocok untuk pencinta sayur, dan Bún Riêu yang gurih. Foto: Dok. Silk Bistro

3/ Bánh Mì
Sandwich baguette khas Vietnam dengan pilihan isian Lemongrass Chicken, Wagyu Beef à la Bò Lá Lốt (wagyu dibungkus daun sirihnya enak banget). Kamu juga bisa pesan isian BBQ Pork. 

4/ Cà Phê Trứng Bun
Interpretasi unik dari kopi telur khas Hanoi dalam bentuk pastri. Isian kopinya melimpah, dan cocolan roasted coconut crème anglaise-nya memang bikin nagih.

Karena budaya kopi di Hanoi sudah jadi ritual sosial, kamu wajib coba Cà Phê Trứng versi Silk Bistro, yang merupakan kopi telur dari kopi robusta yang kuat, dan dengan toppng roasted coconut crème anglaise.

Buat tim aduk, tahan diri dulu—seruput kopinya sambil menikmati krim yang menempel. Dijamin, sampai dasar cangkir (mungil) terlihat, kamu lupa mengaduk.

Secangkir mungil Cà Phê Trứng dan Cà Phê Trứng Bun sesukanya benar-benar penutup sempurna. Foto: Dok. Silk Bistro

Menu khusus ini tersedia di Silk Bistro Menteng, Jakarta Pusat, dan Silk Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan, mulai 1 Juli hingga 16 Agustus 2026. 

Sebagai bagian dari program ini, Silk Bistro Pakubuwono juga akan mengadakan serangkaian aktivitas akhir pekan sepanjang Juli hingga pertengahan Agustus, termasuk lokakarya melukis kipas dan melukis di atas kain sutra yang terinspirasi dari tradisi seni Vietnam. (f)

Baca juga:
Kelas Bean to Bar di APCA, Terobosan di Tengah Tren Pemahaman Cokelat Berkualitas
Menikmati Sarapan tanpa Terburu-buru Gaya Türkiye
Mengenal Jejak Rasa Nusantara Lewat Nasi, Soto, dan Sambal



Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?