Parc & 9th mengambil semangat New York dan melting pot dalam budaya kulinernya—kota tempat berbagai budaya bertemu dan meja makan menjadi ruang untuk berbagi cerita.
“Kami ingin menciptakan restoran yang bisa dikunjungi berulang kali,” ujar Chef Jon Tek, Konsultan Parc & 9th.
Parc & 9th memadukan comfort food gaya Amerika yang dipengaruhi kuliner Prancis dan Italia. Hasilnya terlihat dari pilihan menu yang cukup beragam, mulai dari pasta dan pizza hingga steak, schnitzel, serta hidangan Asia.
Saat bersantap malam di Parc & 9th, Femina mencoba rangkaian menu, yang menurut Chef Jon, bukan hanya menonjolkan menu andalan resto ini, tapi juga budaya kuliner New York.
Sebagai pembuka, Cheddar Jalapeño Croquette dan Charred Cauliflower langsung menggugah rasa. Begitu pula Burrata & Fig Salad, yang menampilkan lezatnya fresh-made burrata.
“Salad dengan burrata ini memang gaya New York, karena aslinya jarang ada salad burrata dipadukan fig,” kata Chef Jon.
Selanjutnya 9th Street Burger tersaji, lengkap dengan kentang goreng. Porsinya cukup generous, sehingga bisa dimakan berdua. Daging patty-nya gendut (bisa pork atau beef), dengan saus gurih.
Pengaruh kuliner Italia di New York memang kuat. Karena itu, menu pasta dan pizza pun bisa dinikmati di Parc & 9th. Femina mencicipi New Yorker, pizza dengan topping sosis, pepperoni, dan lelehan mozzarella.
“Ini Italian pizza ala New York," ujar Chef Jon. "Pizza dough-nya berbeda, karena pizza dough versi New York dicampurkan malt sugar.” Adonan pizza khas New York memang lebih bready, namun rasanya tetap gurih, dan pas dengan topping-nya.
Sentuhan kuliner Italia terus berlanjut dengan sajian pasta. Ada Pasta Alla Zozon dan Confit Mushroom and Truffle Pasta. Rasa gurihnya pas, dan seru juga dimakan bersama atau sharing.
Bistrot ala New York tanpa steak tentu kurang komplet. Femina menyantap Steak & Frites, dengan pilihan striploin atau ribeye. Kombinasi steak dan kentang goreng ini merupakan salah satu hidangan klasik yang cocok dengan karakter bistrot.
Untuk penutup, ada dua dessert yang Femina coba, yaitu NY Cheesecake dan Snicker—auto mengingatkan kita pada camilan khas yang sering jadi oleh-oleh dari Amerika.
Mau coba koktail setelah makan? Area bar menawarkan koktail klasik sekaligus kreasi yang lebih kontemporer—antara lain Penicillin (blended whiskey, peated whisky, ginger cordial, lemon, dan agave syrup) dan Hemingway Daiquiri (light rum, cherry liqueur, grapefruit, dan lime).
Ada juga mocktail dengan tampilan manis, seperti Matcha Bliss dan Ginger Sunset. Cita rasanya juga cukup kompleks, tak kalah dari koktailnya.
Pilihan minuman ini membuat Parc & 9th cukup fleksibel untuk dikunjungi bukan hanya saat makan, tetapi juga ketika ingin duduk santai setelah jam kantor.
Dengan kapasitas sekitar 200 orang, interior Parc & 9th menggabungkan kesan modern namun tetap hangat. Restoran ini juga menyediakan private room untuk acara dengan kapasitas 8, 10, dan 20 orang.
Parc & 9th sendiri telah beroperasi mulai Maret 2026, dan sejak minggu pertama Agustus 2026 resmi memperkenalkan konsepnya sebagai modern neighborhood bistrot di kawasan Thamrin, Jakarta. (f)
PARC & 9TH
Le Parc Residences, Ground Floor
Jln. M.H Thamrin, Jakarta 10230
Baca juga:
Ragam Kuliner New York dalam Sajian The City Bites dari The Coach Restaurant
Menikmati Miyazaki Wagyu yang Disiapkan Wagyu Master di Grand Hyatt Jakarta
Kenangan Rasa Rayakan Hari Bastille di Joelle
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner