Food Review
Bersantap di 2 Restoran Rekomendasi Michelin Guide Singapore di Marina Bay Sands

1 Jul 2026

NZ Lamb Rack di Maison Boulud yang enak dan lembut dengan chickpea fries buatan sendiri. Foto: Dok. Maison Boulud
Madeleines resep andalan Chef Daniel Boulud, yang pas banget dinikmati sambil melihat view ke Marina Bay. Foto: Dok. Maison Boulud
Canadian Lobster, Flan (Savoury Egg Custard), Sashimi Plate, dan Seasonal Fruit Platter yang fancy. Foto: Dok. Wakuda Singapore, Dok. Femina
Charcoal Grilled A5 Wagyu yang lembut ditemani sayur musiman yang melengkapi cita rasanya. Foto: Dok. Wakuda Singapore
Koktail di Wakuda: Melon Sour, Lady in Shizuoka, Stone-Water-Plants, Okinawa no Mori. Foto: Dok. Wakuda Singapore
Kalau kamu berlibur ke Singapura dan mencari pengalaman kuliner yang refined, Marina Bay Sands punya banyak opsi.

Dua di antaranya sempat Femina coba saat diundang Marina Bay Sands, Juni lalu, yaitu Maison Boulud dan WAKUDA Singapore. Keduanya ada di dalam Michelin Guide Singapore, edisi Singapura dari panduan restoran paling bergengsi di dunia yang diterbitkan oleh Michelin

Interior Maison Boulud dengan view Marina Bay Sand The Shoppes; interior elegan Wakuda Singapore. Foto: Dok. Maison Boulud, Dok. Wakuda Singapore

Restoran dinilai secara anonim oleh inspektur profesional berdasarkan lima kriteria utama: Kualitas bahan, teknik memasak, harmoni rasa, karakter chef yang tercermin dalam masakan, serta konsistensi dari waktu ke waktu. Penilaiannya berfokus pada makanan, bukan kemewahan interior atau kualitas pelayanan. 

Baik Maison Boulud dan Wakuda Singapore masuk kategori Michelin Selected—artinya, restoran ini masuk dalam seleksi resmi Michelin meski belum meraih Michelin Star atau Bib Gourmand. Keduanya dinilai menyajikan makanan yang baik dan layak direkomendasikan.


Maison Boulud, French Riviera di tepi Marina Bay

Ada banyak cara menikmati Singapura, termasuk duduk santai menghadap Marina Bay saat langit mulai berubah warna menjelang senja. Di antara deretan restoran yang menghadap kawasan cantik ini, Maison Boulud menawarkan alasan lain untuk memperlambat langkah.

Masakan Prancis lezat bisa kamu nikmati di sini. Foto: Dok. Maison Boulud

Restoran yang sisi luarnya berada di waterfront promenade Marina Bay Sands ini tidak tampil mencolok. Interior bernuansa Mediterania dengan sentuhan French Riviera menghadirkan kesan akrab—lebih menyerupai rumah liburan di pesisir Prancis daripada restoran fine dining yang penuh aturan.

Mungkin itulah yang ingin dihadirkan Daniel Boulud sejak awal. Chef asal Lyon ini dikenal sebagai salah satu figur penting dalam dunia kuliner Prancis modern, tetapi pendekatannya selalu sederhana— memasak mengikuti musim, menghormati bahan terbaik, lalu membiarkannya berbicara lewat rasa.

Menu yang ditawarkan bukan daftar hidangan yang dibuat untuk mengejutkan, tapi cita rasanya menggugah lidah.

Makan siang Femina di Maison Boulud diawali Tuna & Watermelon, paduan Mediterranean tuna ceviche dengan feta cheese dan taburan almond. Gurih-segar menggugah rasa!

Kelezatan masakan Prancis dan Mediterania: Tuna & Watermelon; Sea Trout. Foto: Dok. Maison Boulud

Untuk hidangan utama, Femina memilih Sea Trout, charred grilled trout nan lembut, ditemani cauliflower dan carrot purée (enak banget!). Siraman seaweed beurre blanc menyempurnakan hidangan ini. NZ Lamb Rack jadi pilihan lain—“Menggoyang lidah,” begitu komentar yang menikmatinya.

Sambil menunggu dessert, Femina disuguhi Madeleines, kue bolu mini klasik asal Prancis yang sangat ikonik dengan bentuknya yang menyerupai cangkang kerang. Versi Chef Daniel Boulud sangat terkenal, dan di sini berwarna cokelat keemasan dengan taburan gula lezat.

Sebagai hidangan penutup, Femina menikmati Citron Pistachio, yang terdiri atas ricotta gelato, Sicilian pistachio chantilly, dengan lemon gel dan meringue. Bentuknya cantik seperti ‘karangan bunga’ dari meringue, dan rasanya manis-asam—enak.... Pilihan lain adalah Molten Chocolate yang meleleh perlahan.

Citron Pistachio dan Molten Chocolate, penutup manis dengan visual tak kalah menggoda. Foto: Dok. Maison Boulud

Saat malam mulai turun, suasana restoran ikut berubah. Pantulan cahaya gedung-gedung di Marina Bay menjadi latar yang sulit diabaikan, sementara ruang makan tetap terasa intim meski dipenuhi pengunjung. 

Kesibukan promenade Marina Bay juga jadi pemandangan tersendiri bagi kamu yang duduk ngopi di area alfresco—cowok-cowok ganteng berlari sepulang kerja benar-benar bikin kita cuci mata.

Maison Boulud seolah mengingatkan bahwa fine dining tidak selalu identik dengan formalitas. Kadang yang membuat sebuah restoran layak dikenang justru hal-hal sederhana; pelayanan tidak berlebihan, makanan dibuat dengan penuh perhatian, dan ruang yang akrab sehingga percakapan mengalir lebih lama dari yang direncanakan.

MAISON BOULUD
Marina Bay Sands 
The Shoppes B1-15
Singapura
Advertisement
 

WAKUDA Singapore, menemukan Jepang dalam ritme Singapura

Begitu melewati pintu masuk restoran di lobi Marina Bay Sands Tower 2, suasana langsung berubah. Riuh lobi hotel perlahan menghilang, berganti ruang yang tetap ramai namun tidak berisik, dengan dominasi kayu, pencahayaan lembut, dan garis-garis arsitektur yang sederhana. 

Pohon mapel Jepang jadi latar belakang para chef beraksi menyiapkan hidangan. Foto: Dok. Wakuda Singapore

Di ruang makan utama, pohon mapel Jepang menatap dari balik kaca jendela lebar, menjadi titik perhatian, seolah mengingatkan bahwa alam selalu menjadi bagian penting dari budaya makan di Negeri Sakura.

Restoran ini lahir dari kolaborasi Chef Tetsuya Wakuda dan restaurateur John Kunkel, yang menghadirkan pengalaman ruang yang tenang, lalu makanan datang tanpa perlu banyak penjelasan.

Di dapur, Executive Chef Pavel Nigai memimpin tim dengan pengalaman panjang di restoran Jepang di berbagai negara. Pengalaman itu diterjemahkan menjadi sajian yang jauh dari rumit—setiap hidangan terasa bersih, seimbang, dan membiarkan kualitas bahan menjadi pusat perhatian.

Menu Wakuda bergerak di antara tradisi dan interpretasi modern. Sushi, sashimi, tempura, hingga yakimono tetap menjadi fondasi, tetapi beberapa hidangan menghadirkan kombinasi yang lebih kontemporer. 

Cold soba dengan truffle, botan shrimp, caviar, dan jamur segar menjadi salah satu contohnya. Perpaduan yang terdengar berani, tetapi tetap menjaga keseimbangan rasa yang menjadi ciri masakan Jepang.

Lady Marmalade, mocktail yang tetap memiliki rasa kompleks non-alkohol; suasana bar di Wakuda yang intimate. Foto: Dok. Wakuda Singapore

Kualitas bahan baku menjadi benang merah di hampir seluruh menu. Tasmanian Ocean Trout, Ora King Salmon dari Selandia Baru, hingga umibudo dan mozuku dari Okinawa dipilih bukan untuk sekadar memperkaya daftar bahan, melainkan menghadirkan karakter rasa yang berbeda dalam setiap sajian.

Santap malam Femina di Wakuda menjadi pengalaman kuliner tersendiri. Hidangan pembuka adalah Savoury Egg Custard, ditemani grilled Japanese white corn. Rasanya unik, seperti chawanmushi versi elevated. Untuk pembuka ini, semua bahan diambil dari produsen lokal.

Selanjutnya, Canadian Lobster dan Sashimi Plate langsung menampilkan umami tersendiri. Meski diimpor, boga bahari yang dipakai semua tersertifikasi berkelanjutan, dan disambung Maki, sushi roll pilihan chef.

Dua hidangan utama—yang disajikan dalam porsi cantik—memberikan sensasi rasa tersendiri. Classic Saikyo Yaki langsung jadi favorit Femina sejak gigitan pertama. Grilled Patagonian toothfish (ikan favorit untuk kuliner premium) dimarinasi original saikyo miso dari Kyoto menghasilkan harmoni daging ikan nan lembut-manis-gurih. Suka!

Classic Saikyo Yaki yang benar-benar mengelus palet rasa dengan kesederhanaan maksimalnya. Foto: Dok. Wakuda Singapore

Charcoal Grilled A5 Wagyu yang dihidangkan dengan sayuran musiman tak kalah merayu palet rasa. Pelan-pelan, potongan kecil daging wagyu meleleh di dalam mulut ternyata mengenyangkan juga.

Di Wakuda, pilihan minumannya juga menarik. Hampir seratus label sake tersedia untuk dipadukan dengan berbagai hidangan, sementara koktail bergaya Jepang menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang lebih ringan. Tersedia juga mocktail seperti Lady Marmalade, dengan rasa tak kalah kompleks dari koktail.

Ketika kita bersantap perlahan dan menyesap minuman pilihan, waktu pun terasa berjalan sedikit lebih lambat—yang terdengar hanyalah percakapan pelan, denting gelas, dan irama makan yang mengingatkan bahwa menikmati hidangan terbaik itu butuh waktu. (f)

WAKUDA SINGAPORE 
Marina Bay Sands 
Lobby Hotel Tower 2
Singapura

Baca juga:
Liburan di Marina Bay Sands, Rumah Kedua di Singapura
ART SG 2026 Berakhir, Kukuhkan Seni Asia Tenggara di Panggung Global
S.E.A. Focus 2026 Sukses Menutup Edisi Kedelapan, Pertama Kalinya Diselenggarakan di ART SG


Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?