Fashion Trend
Para Desainer Indonesia Turun Tangan Untuk COVID19

30 Mar 2020

 



Foto: Dok. drg. Ruth Amigia
 
Memiliki hubungan dekat dengan para perancang, drg. Ruth Amigia lalu mencetuskan ide untuk mengajak para pekerja mode ini untuk membantu pengadaan APD dengan mengaryakan para penjahit dan stock bahan katun yang dimiiki para perancang. Sesungguhnya kain tahan air Microgard 2000 seperti bahan busana Hazmat menjadi pilihan terbaik, namun dengan kelangkaan dan mahalnya material ini, kini drg. Ruth dan teman-temannya mengakalinya dengan busana tertutup rapat yang nantinya juga akan dilapisi dengan jas hujan sekali pakai. Sehingga cukup aman untuk dikenakan para tenaga medis.
 
“Berawal dari diskusi saya dengan Natalie Susanto dari tim rumah mode Danny Satriadi, kami berhasil memproduksi 7 baju pelindung dalam satu hari dengan mengikuti contoh pola yang saya kirimkan,”  katanya. Kini, desainer Hian Tjen saja sejak 26 Maret lalu,  dalam satu hari telah berhasil memproduksi 25 potong busana pelndung dengan mengaryakan tiga orang penjahit. Sebagian besar pekerja di workshop nya sudah dirumahkan untuk alasan kesehatan bersama.  Busana yang dibuat ini merupakan baju lapisan di dalam sebelum para petugas medis menggunakan busana pelindung luar tahan air.
Advertisement
 
Semua busana  pelindung ini dibuat menggunakan bahan katun maupun linen, yang memang lebih banyak tersedia di workshop para desainer ini. “Apapun warnanya, apapun coraknya, yang penting katun atau linen” jelas Henry Santoso, perwakilan dari rumah mode Hian Tjen.
 
“Yang kita produksi bukan APD yang tahan kuman, tapi baju lapisan dalam sebelum tenaga medis mengenakan APD, makanya kita perlu kain yang bisa di cuci, di steril, tidak panas, dan nyaman dikenakan. Karena itulah katun dan linen menjadi pilihan” lanjut Henry.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

 


Topic

#ReportaseModeFemina, #COVID19, #IPMI, #HianTjen, #AlumniFKGUSAKTI2002, #Corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?