Malam itu (9 Juli 2026), dalam rangkaian Mulia in Fashion 2026, ArtKea menghadirkan 4 lini fashion-nya dalam show bertajuk The Full House.
Rumah yang ‘hidup’ karena setiap sudutnya diisi kesibukan para penghuni, dan bagaimana mereka saling berinteraksi, menjadi inspirasi presentasi ini. Empat lini yang ada adalah bagian dari rumah itu, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda namun saling menguatkan dan membentuk kesatuan yang utuh.
ArtKea Colours menghadirkan representasi ketenangan dan kepercayaan diri perempuan profesional lewat busana polos yang jauh dari membosankan.
Minimalist luxury yang relevan dikenakan di siang hari hingga corporate dinner di malam hari tampil lewat jaket berefek volume, denim pleated midi skirt yang timeless, rok balon yang fluid, hingga bermacam blus putih beraura Bohemian.
Teknik tailoring menjadi fokus perhatian untuk menyempurnakan konstruksi dan proporsi rancangan.
Untuk koleksi menswear, fokus utama Colours adalah practicality dan versatility. Palet warna solid memberi kesan wibawa namun dinamis untuk permainan styling dan layering, diimbangi eksplorasi siluet, proporsi, dan konstruksi.
Sementara itu, sesuai namanya, ArtKea Stripes bermain dengan motif garis berbagai dimensi. Motif sailor stripes dan pola grid menjadi faktor utama yang memberikan karakter visual yang kuat.
Rok handkerchief yang bergerak bebas dan layering seru menjadi highlight Stripes, dengan daya pakai tinggi dan mudah dipadupadankan. Palet warna putih, hitam, biru muda, hingga biru lebih intens memperkuat nuansa maritim koleksi ini.
Eksplorasi motif garis jadi fokus koleksi menswear, melalui pengerjaan yang semakin presisi dan rapi, baik dalam bentuk jaket bergaris, dan reinterpretasi lebih puitis dari kemeja Guayabera yang trending di era 1970-an.
ArtKea Bloom jadi babak paling ekspresif dalam show The Full House. Lini ini terinspirasi keindahan taman bunga dan pesta kebun era 1950-an. Motif floral menjadi pusat narasi yang dipertegas teknik tailoring.
Jaket berstruktur, coat yang indah, serta gaun dengan volume dramatis, dibuat fashionable dan wearable. Komposisi warnanya modern—dari permainan warna plum, sentuhan pink yang cerah, hingga nuansa biru metalik.
Puncak dari fashion show ini tentu saja koleksi Lace by ArtKea, lini termewah yang membawa vibes dari resort wear dengan sentuhan romantisme dan elegansi. Material lace dimaksimalkan sebagai elemen desain—terlihat mulai dari detail tekstur, layering geometris, sampai aksen 3D.
Palet warna putih, deep blue, dan peach lembut dipilih untuk Lace, yang didominasi siluet panjang yang elegan, berdampingan dengan teknik tailoring yang apik.
Meski terdiri atas lebih dari 100 looks, show The Full House jauh dari membosankan. Selain koleksi busananya sendiri yang versatile dan show yang sat-set, styling oleh Rama Dicandra membuat keseluruhan koleksi empat lini terasa kohesif, mengalir, inspiratif, dan “sangat ArtKea.”
Sekarang, tinggal penonton yang bingung, koleksi mana yang mau dijemput duluan.... (f)
Baca juga:
Algoritma Tenun di Semesta Paralel Wilsen Willim
Penuh Gaya di Kelab Jazz Glamor Sebastian Gunawan Signature
Artkea Tampilkan Koleksi Terbaru, Relevan dengan Zaman dalam Semangat Bisnis Alih Generasi
Zornia Harisantoso