Terinspirasi desain arsip dari Marc Bohan, Direktur Kreatif Dior tahun 1967, Dior Book Tote memang ditujukan seperti namanya, tote bag alias tas jinjing untuk membawa buku, dan dihiasi motif khas Dior seperti Dior Oblique atau Toile de Jouy.
Dior Book Tote hadir di koleksi Dior Men Spring/Summer 2026, dalam versi terbaru, Book Cover. Setiap tas menampilkan desain sampul depan novel klasik, sebagai tribute puitis dari esensi hakiki tas ini.
Tas ini menampilkan cultured vibes, gaya kalcer yang fashionable saat dipakai jalan-jalan ke museum, ke toko buku, atau menemani kamu berkegiatan sehari-hari.
Ada yang diambil dari cerita fiksi ikonik Gothic dari abad ke-19, Dracula, karangan Bram Stoker. Selanjutnya dalam warna biru-putih adalah sampul depan dari salah satu novel terpenting di era modern, Ulysses, karya James Joyce.
Dua novel terkenal dalam sastra modern, yaitu In Cold Blood dari Truman Capote dan Les Fleurs du mal dari Charles Baudelaire, juga ada dalam koleksi Book Cover.
Book Cover dirancang Jonathan Anderson, Direktur Kreatif Dior saat ini, sebagai perayaan dari cintanya pada seni dan sastra dunia, melalui sampul depan novel-novel karya penulis legendaris dari AS, Prancis, dan tempat kelahiran Anderson, Irlandia.
Dior Book Tote versi Book Cover tersedia dalam tiga ukuran–Large, Medium, dan Mini. Large memiliki penutup magnetik, sementara Medium dan Mini dilengkapi strap dari nilon yang bisa dilepas dan disesuaikan panjangnya.
Sebagai sentuhan akhir, logo Dior dibordir di bagian depan, memberikan narasi tersendiri pada gaya kalcer kamu.
Kalau mau koleksi lengkap, Book Cover tersedia dalam baju dan stationery.
Cek koleksinya di butik Dior sekarang untuk manifesting gaya kalcer terbaru kamu! (f)
Baca juga:
Tersihir Labirin Ajaib dari Koleksi Dior untuk Kado Akhir Tahun
Ketika Seniman Amerika Sheila Hicks Mereinterpretasi Lady Dior
Greta Lee dan Mia Goth Menyusul Mikey Madison Sebagai Brand Ambassador Dior