Celebrity
Yuya Matsushita, Mimpi yang Terwujud

10 Mar 2016


Yuya Matsushita (25), populer dengan nama Atsushi, adalah penyanyi J-pop, R&B, dan hip-hop asal Jepang. Debutnya di dunia musik dimulai ketika ia mengeluarkan single Foolish Foolish yang diproduseri oleh produser ternama Jin Nakamura pada tahun 2008.

Selang setahun setelahnya, pria kelahiran 24 Mei 1990 ini memerankan Sebastian Michaelis di pertunjukan musikal Black Butler. Setelah penampilannya yang brilian itu, nama Yuya melejit tak hanya di Jepang, tetapi juga di mancanegara. Ia sering terlibat dalam drama musikal di Osaka, seperti Paco and the Magical Book, In the Height, dan Tumbling Final.  

Yuya bisa disebut seniman multitalenta. Ia tak hanya pandai mengolah vokal, tetapi juga berakting. Yuya memulai debut akting di film Kanashii Boyfriend. Ia sendirilah yang menyanyikan lagu soundtrack-nya, Mr. Broken Heart.

Sepertinya, tempo musiknya yang energik disukai penggemar anime. Single keempatnya yang berjudul Trust Me dipilih sebagai soundtrack untuk anime Durarara!! Lagu ini masuk peringkat 10 di Oricon chart. Lagu Bird di album pertamanya, I am Me, juga menjadi soundtrack anime Kuroshitsuji.

Advertisement
Saking seringnya menyanyikan soundtrack untuk anime, Yuya menjadi guest of honour MusicFest di FanimeCon (sebuah festival tahunan penggemar anime) tahun 2011, di San Jose, California. Di usia yang terbilang muda, Yuya sudah menghasilkan 3 album dan 16 single. Tahun 2014 lalu, Yuya bergabung dalam boyband X4, yang menelurkan satu album XVISION. Berbakat dan dianugerahi paras tampan membuat popularitas Yuya terus naik. Banyak produk yang kemudian memercayainya membintangi iklan mereka.

Lahir di Nishinomiya, sebuah kota kecil di perfektur Hyogo, Yuya dibesarkan oleh ibu dan neneknya. Selepas tamat SD, ia memutuskan berkarier di bidang musik dengan mendaftar di Caless Vocal & Dance School di Osaka. “Saya menyukai musik sejak kecil. Ketika menonton penyanyi tampil di acara televisi, saya selalu bilang, suatu saat saya akan menjadi seperti dia!” ujar Yuya kepada jame-world.com.

Di usia 15 tahun, ketika kebanyakan remaja Jepang belajar keras untuk masuk SMA, Yuya justru mengutarakan keinginannya pada ibunya untuk menjadi penyanyi. Idenya langsung ditentang keras oleh sang ibu. Ibunya ingin dia melanjutkan sekolah ke SMA. “Saya mau sekolah, asalkan diizinkan pergi ke New York, Amerika Serikat. Jika dipikir lagi sekarang, dulu saya sangat egoistis,” ungkap penggemar Bon Jovi ini, tertawa.

Bulan Oktober 2005, ia pergi sendiri ke New York, kota asal musik hip hop dan R&B favoritnya. Ia sangat terkesan pada Kota New York yang penuh lampu warna-warni. Terlebih lagi ketika ia melihat penjaga toko yang menyanyi dan menari sambil bekerja, hal yang tidak pernah ia lihat di Jepang. Momen kepergiannya ini adalah titik balik yang menguatkan tekadnya untuk fokus bermusik daripada meneruskan pendidikan ke jenjang SMA. 

Perkenalannya dengan Jin Nakamura menjadi jalan terang kariernya di industri musik Jepang. Sepulangnya dari New York, Yuya melakukan rekaman untuk pertama kalinya di Tokyo. Meski mengaku sangat gugup, ia dapat menyelesaikan rekamannya dengan baik. “Lagu Foolish Foolish sangat mewakili diri saya. Saya ingin lebih banyak orang mendengarkan lagu ini,” ungkap pria yang baru belajar piano saat berusia 17 tahun ini.(f)    
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?