Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini peserta diminta untuk memasak langsung menu makan siang sebagai salah satu persyaratan lomba. Aroma lezat lantas mengisi ruangan. Berbagai racikan masakan dari seluruh penjuru negeri hadir dengan keunikan masing-masing. Mewakili Femina Media sebagai media partner, Redaktur Senior Boga, Isyana Atiningmas, hadir sebagai salah satu juri yang
berkesempatan mencicipi seluruhnya.
Tim Jawa Barat menarik perhatian dengan menyajikan hanjeli (jali-jali) yang diracik layaknya nasi bakar berempah dan pepes. Ada juga peserta yang menggunakan gaplek singkong yang sudah jarang ditemui sebagai sumber karbohidrat.
Tim PKK asal Maluku menyajikan kelezatan ulat sagu goreng, sementara peserta asal Sumatra Barat menyajikan dendeng jamur yang rasanya mirip dendeng daging sapi. Minuman Segar-Segar Asam Cikala juga unik, dibuat oleh tim asal Sumatra Utara dari buah tanaman kecombrang. Ide unik dan kreatif.
Juri dipilih dengan latar belakang berbeda. Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Sc. (Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor) ditunjuk sebagai ketua tim juri. Ada juga Sisca Soewitomo (pesohor boga), Drs. Johan Susmono (Ketua Kelompok Kerja 3 PKK), dan Cyprianus Aoer (Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia).
Berdasarkan penilaian yang terdiri atas tiga aspek, yakni penilaian resep, penilaian display, dan penilaian dukungan penerapan konsumsi pangan B2SA oleh pemerintah daerah, tim Jawa Timur keluar sebagai Juara I, diikuti Jawa Tengah sebagai Juara II, dan Bengkulu sebagai Juara III.
Selain kategori umum, dipilih juga para pemenang empat kategori khusus yang terdiri atas: Penghargaan Kreasi Menu Aplikatif, Penghargaan Kreasi Menu Beragam dan Berimbang, Penghargaan Kreasi Cita Rasa dan Penampilan, serta Penghargaan Kreasi Menu Sarapan.(f)
Baca juga:
8 Produk Pangan Organik Terkini dan Terpopuler
Penting! 8 Kiat Menekan Asupan Zat Berbahaya dalam Pangan Sehari-Hari
Topic
#pangannusantara