Kenali kebutuhan Anda, karena krim mata pun hadir dengan tujuan yang beragam. Sebagian fokus untuk mengurangi garis-garis halus dan kerutan, sebagian yang lain untuk mengatasi bengkak dan kantong mata. Untuk mempermudah, Anda dapat meihat permasalahan sesuai usia:
Usia 20-an
Bisa dibilang, usia 20-an adalah masa kejayaan kulit. Namun perlu diingat, elastisitas kulit akan terus menurun dari tahun ke tahun. Gunakan krim yang mengandung bahan-bahan alami atau botani untuk memberikan rasa segar, mencegah dan mengurangi garis halus karena dehidrasi pada kulit.
Usia 30-an
Masalah kulit yang sering dihadapi oleh wanita usia 30-an adalah tekstur yang tidak merata, garis halus yang mulai tampak, dan warna kulit yang lebih gelap. Dianjurkan untuk rutin menggunakan krim mata yang mengandung antioksidan dan brightener untuk mencegah munculnya pigmentasi berlebih.
Usia 40-an
Di usia ini, tanda penuaan kian tampak nyata. Agar kulit area mata tetap kencang, Anda dapat menggunakan serum mata yang teksturnya lebih ringan namun bekerja lebih efektif daripada krim mata karena berbentuk konsentrat. Pilih yang dapat menyamarkan garis halus dan kaya kolagen untuk merawat kekencangan dan kelembapan kulit.
Kafein: Membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi bengkak.
Peptides: Bertugas meningkatkan kadar kolagen.
Antioksidan: Melindungi kulit dari sinar UV dan mencegah kerusakan kolagen.
Brightener: Mencerahkan warna kantong mata.
Silicone atau Dimethicone: Menghaluskan permukaan kulit.
Retinoid atau Retin A: Mengatasi kerutan dan kerusakan akibat paparan matahari.
Hindari kandungan minyak mineral karena merupakan bahan yang cukup berat yang dapat mengurangi kelembapan alami area mata dan mengurangi kolagen. Tambahan parfum sintetis juga perlu dihindari karena dapat membuat mata iritasi.
Baca berbagai testimonial atau review tentang produk yang diminati. Ini akan cukup membantu dalam meyakinkan Anda. (f)
Poppy Septia