Parfum terbaru rumah mode dan kecantikan asal New York ini, La Bomba, menghadirkan aroma yang dirancang untuk perempuan yang percaya diri, ekspresif, dan jujur menunjukkan jati dirinya.
Dari namanya saja, parfum ini sudah punya narasi tersendiri. “La Bomba” bukan sekadar pilihan yang terdengar catchy. Julukan ini diberikan oleh editor fashion legendaris Diana Vreeland kepada sang desainer, Carolina Herrera.
Vreeland melihat sosok Herrera sebagai perempuan yang berenergi, punya karisma tak terlupakan, dan gaya yang selalu mencuri perhatian. Semangat itulah yang kini diterjemahkan menjadi sebuah parfum—berani, spontan, dan menikmati hidup.
Menurut Carolina Herrera, La Bomba ditujukan untuk perempuan yang hidup dengan intensitas tinggi, berbicara dari hati, tertawa lepas, dan tidak takut menjadi dirinya sendiri (kamu banget, kan?).
Di balik La Bomba terdapat tiga nama terkenal di dunia parfum: Christophe Raynaud, Quentin Bisch, dan Louise Turner. Mereka meracik parfum fruity-floral vegan dengan 86% bahan alami ini terasa modern dan penuh energi.
Aromanya dibuka dengan Pitahaya atau buah naga. Pilihan ini cukup unik karena Pitahaya masih jarang digunakan sebagai karakter utama dalam parfum mainstream.
Di bagian tengah, hadir kombinasi Cherry Peony dan Frangipani yang menciptakan nuansa floral yang feminin sekaligus berani. Cherry Peony menghadirkan karakter bunga yang romantis, sementara Frangipani menambahkan sentuhan hangat.
Aroma Warm Vanilla meninggalkan jejak lembut namun tahan lama, menambahkan kesan sensual ala Carolina Herrera.
Kalau ada satu hal yang selalu menjadi kekuatan Carolina Herrera, itu adalah desain botol parfumnya (lihat saja lini Good Girl dengan botol bentuk high heels)—tak terkecuali La Bomba.
Parfum ini memiliki botol berbentuk kupu-kupu berhiaskan warna pink dan merah khas Carolina Herrera. Simbol tersebut dipilih karena merepresentasikan transformasi, kebebasan, dan keberanian berkembang menjadi versi terbaik diri sendiri.
Tutup botol berwarna emas dilengkapi aksen batu bernuansa rose quartz yang membuatnya terlihat seperti perhiasan mewah. Parfum ini bisa jadi objek koleksi yang estetis di meja rias.
Botolnya pun bisa berdiri vertikal untuk menampilkan siluet kupu-kupu siap mengepakkan sayap, serta bisa berdiri secara horizontal juga.
Untuk menghidupkan karakter La Bomba, Carolina Herrera menampilkan supermodel Italia Vittoria Ceretti, yang dalam kampanye globalnya terlihat energik, kuat dan bebas, diiringi lagu tahun 2018, I Like It, yang dinyanyikan oleh Cardi B, Bad Bunny, dan J Balvin.
Pilihan soundtrack tersebut semakin mempertegas pesan utama La Bomba: Berani jadi pusat perhatian, merayakan diri sendiri, dan menjalani hidup penuh percaya diri.
Di tengah tren parfum yang semakin personal, La Bomba hadir bukan hanya sebagai aroma baru, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi bahwa jadi diri sendiri adalah bentuk keberanian yang paling menarik. (f)
Baca juga:
Ketika Aroma Malam Diterjemahkan ke dalam Serge Lutens La Nuit Tombée
Byredo Hadirkan Semesta Kecilnya di Indonesia
Parfum dari MCM Collection untuk Kado Akhir Tahun Si Petualang yang Ekspresif
Zornia Harisantoso