Untuk 4 porsi
Bahan:
6 cm kunyit, haluskan
1 ekor bebek ukuran besar
500 ml minyak kelapa
1 sdt terasi udang
½ sdt garam
6 lembar daun salam
Daun pisang, untuk membungkus
Bumbu, haluskan:
20 butir bawang merah
15 siung bawang putih
4 buah cabai rawit hijau
5 cm kencur
4 cm jahe
3 cm kunyit
3 cm lengkuas
1 sdm garam
1 sdt terasi
1 sdt merica putih
1 sdt ketumbar
Cara membuat:
1/ Ambil ½ bagian kunyit, campur dengan sedikit air, peras. Masukkan air kunyit ke dalam baskom berisi bebek yang telah direndam dalam air. Biarkan selama ±15 menit. Angkat, tiriskan.
2/ Lumuri bebek dengan 150 ml minyak, sisa kunyit, terasi, dan garam, sambil dipijat-pijat. Patahkan tulang-tulangnya saat memijat.
3/ Isi rongga perut bebek dengan daun salam.
4/ Campur bumbu halus dengan sisa minyak. Balurkan ke seluruh permukaan bebek sambil dipijat-pijat. Masukkan sebagian bumbu ke dalam rongga perut bebek.
5/ Ikat bebek dan letakkan di atas daun pisang. Lumuri dengan sisa bumbu, bungkus bebek dengan daun pisang.
6/ Panggang bebek dalam oven panas bersuhu 180o C selama 1 jam. Turunkan suhu menjadi 120o C, panggang terus hingga bebek empuk (4 jam). Keluarkan.
7/ Buka ikatan pada bebek, sajikan utuh di atas daun pisang.
Tip:
- Merendam bebek dengan campuran air kunyit dapat mengurangi bau amis daging bebek.
- Daun pisang bisa digunakan untuk membungkus.
- Jika menginginkan kulit bebek yang garing, setelah memanggang hingga 4 jam, keluarkan bebek dari daun pisang, kemudian panggag kembali pada suhu tinggi.
Baca juga:
Bumbu Dasar & Sambal Bali
Tjokorda Sri Maya Kerthyasa, Penjaga Resep Warisan Para Leluhur
Topic
#bebek, #bali