Trending Topic
Tren Batu Mulia

30 Apr 2015

Bicara tentang batu sebagai aksesori, desainer perhiasan Reny Feby berpendapat, sejak dulu sudah ada keinginan pria untuk mengenakan aksesori. Hal ini bisa jadi karena mereka memang memiliki keinginan untuk tampil stylish. Namun, di sisi lain, aksesori juga bisa menjadi penanda status sosial mereka. “Kalau dulu, pria memakai aksesori dari tanduk, taring, atau kulit binatang. Eranya lalu bergeser ke logam dan emas,” jelas wanita yang  sudah 17 tahun berbisnis perhiasan ini.    

Mengenai naiknya popularitas batu akik, Reny berpendapat, sebetulnya batu –dalam hal ini batu mulia– memang sedang naik daun. Akan tetapi, beberapa batu yang berjenis precious stone, harganya tidak terjangkau. Maka, larilah mereka ke batu-batu yang harganya lebih affordable, salah satunya akik atau agate, yang harganya bisa mulai dari ribuan rupiah saja.
Bagaimana dengan wanita? Apakah wanita juga terpengaruh oleh demam batu-batuan ini? Reny menjawab, sejak dahulu kala, perhiasan adalah sahabat para wanita. Memang, ada tren perhiasan yang mengalami pergeseran. “Dulu, 17 tahun lalu, ketika saya baru memulai bisnis, perhiasan dari emas  kuning yang dicari. Tahun 2000-an mulai bergeser, yang kuning itu jadi putih. Semua inginnya diputihin. Lantas kuning itu dianggap norak,” ujarnya.

Reny lalu menambahkan, di era itulah mutiara mulai digemari. “Dulu, kiblat trennya adalah  Italia dan Hong Kong. Rasanya bangga banget kalau bisa mengenakan perhiasan buatan Italia dan Hong Kong, atau yang modelnya mengacu pada tren di sana,” paparnya.
 
Advertisement
Tren yang sederhana dan klasik itu kemudian berubah lagi. Menurut Reny, sekitar tahun 2008, ibu negara waktu itu, Ani Yudhoyono, memopulerkan pemakaian perhiasan Nusantara. Hingga akhirnya muncullah perhiasan Sumatra Barat, Lampung, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan sebagainya. “Coba kalau 10 tahun lalu, enggak ada orang yang mau memakai perhiasan Nusantara. Mungkin hanya kalau dia jadi pengantin saja,” cetus Reny.

Memang, wanita lebih mementingkan estetika sebuah batu dalam bentuk  perhiasan. Itulah kenapa, desain menjadi faktor penentu apakah seorang wanita mau mengenakan batu sebagai elemen aksesorinya.   “Namun belakangan ini, perhiasan tak lagi menjadi primadona seperti dulu karena orang lebih melirik tas merek premium,” tutur Reny.

Ficky Yusrini

 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?