Selain meminimalkan penggunaan kantong plastik atau styrofoam, membungkus makanan menggunakan daun pisang atau daun jati, seperti budaya Cirebon, juga lebih sehat. Makanan bisa terhindar dari paparan kandungan berbahaya dalam plastik, terutama jika makanan dibungkus dalam keadaan hangat. Aroma makanan pun jadi lebih sedap.
2. Segarnya air kelapa muda
Ada kearifan alam, mengapa di tepi pantai yang biasanya lebih panas, tumbuh banyak pohon kelapa. Selain menyegarkan, air kelapa merupakan minuman isotonik (penambah energi) alami yang telah diakui oleh Lembaga Pangan Dunia (FAO). Air kelapa kaya akan potasium (kalium), gula, protein, bahkan vitamin C. Komposisi elektrolit dalam air kelapa dapat mencegah dehidrasi karena berkurangnya cairan tubuh. Akan lebih baik jika kita mengonsumsi air kelapa muda tanpa gula.
3. Raw food
Jauh sebelum tren raw food dipopulerkan artis Hollywood, kuliner Nusantara sudah memiliki variasi makanan yang dimakan mentah. Selain lalapan, masih ada karedok dari Jawa Barat, asinan Betawi, trancam Solo, dan naniura Batak.
4. Rebus
Banyak juga kuliner Nusantara yang menjadikan air sebagai unsur penting untuk mengolah makanan. Cara ini jelas lebih sehat ketimbang mengolah makanan dengan cara digoreng. Tak mengherankan, para ahli gizi kini menyarankan mereka yang ingin menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan untuk mengonsumsi makanan yang direbus.
Yang menyenangkan, cara masak Indonesia tak sekadar merebus, tapi diberi banyak bumbu dan rempah sehingga kaya cita rasa. Misalnya, teknik memasak arsik ala Batak atau lempah ala Bangka.
5. Bumbu eksotis
Bumbu-bumbu tropis yang eksotis, seperti kencur, kayu manis, kunyit, jahe, pala, serai, dan daun salam, selain membuat masakan harum ternyata memiliki manfaat kesehatan yang tinggi jika dikonsumsi dalam dosis tertentu. Jahe, kunyit, kencur, dan pala misalnya, dikenal baik untuk pencernaan, sementara kayu manis dapat mengendalikan gula darah. Ada juga yang disebut senyawa fitokemikal yang berfungsi meningkatkan aktivitas enzim yang berperan untuk menghancurkan agen karsinogenik, thiamin yang membantu tubuh memetabolisme lemak dan protein, serta antiseptik dan antioksidan tinggi.(Ficky Yusrini)