Home Interior
Tak Hanya Mandi…

25 Jan 2013




Tapi, tunggu dulu…  kamar mandi modern yang menyatukan kebutuhan fungsional membersihkan diri dan kebutuhan relaksasi tidak sepenuhnya ciptaan orang modern. Orang Romawi  pada tahun 1700-an  sebelum  Masehi sudah membangun kamar mandi privat di rumah-rumah dengan bathtub dan saluran air hangat  serta tempat mandi umum di kota-kota mereka di Yunani. Di tempat itu warga kota saling bertukar berita, bersantai, dan menyegarkan pikiran. Bagi mereka, ritual mandi sangat penting. Tokoh-tokoh dalam tulisan Homer dikisahkan melakukan mandi  untuk mendapatkan kekuatan.  

Itu adalah sejarah. Mari sekarang kita  kembali ke masa kini. Persoalan kamar mandi modern yang nyaman  tidak terletak  pada apakah Anda  mandi menggunakan gayung, shower, atau bathtub. Itu hanyalah pilihan cara Anda membersihkan diri. Pilih saja mana yang lebih nyaman atau familiar digunakan.  Tapi, kita  boleh mengadopsi kamar mandi ‘Barat’ yang membagi  kamar mandi menjadi bagian basah dan kering. Tak hanya untuk kenyamanan, tapi tingkat  keamanan   bisa jadi berlipat.  Tidak seluruh lantai menjadi licin karena cipratan air dan sabun.



Area basah adalah tempat  Anda meletakkan bak air, shower, atau bathtub dan umumnya  kloset. Bahkan di tempat Anda ‘bermain’ air ini,  pastikan material  lantai  tidak licin, misalnya terbuat  dari keramik bertekstur. Area basah  dan kering  bisa dibatasi dengan tinggi rendah lantai,  dinding kaca, shower curtain, dan sebagainya.   

Material untuk dinding dan lantai kamar mandi harus kuat, mudah dibersihkan, tahan air, tahan panas dan uap.  Material kayu yang digunakan untuk lemari, pintu  dan daun jendela perlu dipilih cermat. Pastikan dari jenis kayu yang tidak mudah lapuk, mengingat tingginya tingkat kelembapan di ruangan ini.

Di area kering umumnya kita meletakkan wastafel,  dilengkapi cermin dan lemari  penyimpanan. Masukkan persediaan handuk bersih, toiletries, pewangi, tisu gulung, dan  alat-alat pembersih  ke dalam  lemari ini.  Jika Anda berias di kamar mandi, sisakan space untuk peralatan dandan Anda. Sediakan  stop kontak dan colokan listrik, di dekat area ini. Jadi, Anda bisa dengan nyaman mengeringkan rambut dengan hair dryer.  Anda tidak perlu senewen dengan kemungkinan cipratan air yang bisa menyebabkan listrik  arus pendek (korslet).
 
Advertisement







Sering terlupakan adalah pencahayaan. Untuk  kamar  mandi, pilih pencahayaan yang kuat namun lembut. Letakkan lampu tungsten di dekat cermin agar Anda bisa berias dengan  sempurna.

Sebelum memikirkan pewangi ruangan yang paling harum,  sebenarnya lebih penting mengusahakan ventilasi udara yang terbaik. Misalnya, menggunakan kipas pembuangan (exhaust fan). Kipas sebaiknya diletakkan di atas pancuran atau bak mandi, dan bisa dihidupkan kapan saja (daya penggeraknya tidak tergantung pada listrik). Sirkulasi udara yang baik juga membuat ruangan terhindar dari lembap dan tumbuhnya jamur.  



Sebagai area relaksasi dan insiprasi,  Anda bisa meletakkan rak   tempat buku dan majalah kesayangan.  Bahkan,  jika kamar mandi Anda cukup lapang,  di area kering bisa diletakkan  kursi dan meja mungil untuk menyimpan  teh hangat atau kopi yang ingin Anda nikmati setelah mandi. Jika Anda suka, sambungkan stereo set Anda ke ruangan ini, agar Anda bisa ‘berduet’ bersama Maroon 5.  Tak perlu menjadi tokoh dalam cerita karya Homer. Tapi, setelah memanjakan diri sejenak, bermain air dan gelembung sabun,  Anda   dipastikan mendapatkan kembali seratus persen kesegaran yang hilang.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?