Fashion Trend
Secondhand Business Is Forever?

7 Jul 2015

Ketika ‘semua orang’ berjualan barang second dengan mudahnya di dunia maya, daya tahan bisnis ini kemudian menjadi pertanyaan. “Bisnis seperti ini gampang tumbuh, gampang roboh,” Amalia menjelaskan. “Fenomena yang sedang in belum tentu akan bertahan lama.”
   
Kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial dan jasa pengiriman untuk mengakses masyarakat luas memang dapat dengan mudah mengundang orang untuk ikut dalam pusaran bisnis barang second yang kian berkembang.

Namun, saat bisnis dijalankan berdasarkan trial  error tanpa riset yang serius dan mendalam, keberlangsungannya cenderung meragukan. Persaingan yang tinggi membuat para seller harus lebih aktif dalam proses promosi dan penjualan, serta tepat menentukan harga barang yang bersaing.
Advertisement

Enggan berjualan tetapi ingin membeli barang branded dari online shop yang belum certified, perhatikan tip berikut ini:
  • Jangan sembarang pilih seller. Jumlah follower di Instagram tidak menjamin karena bisa dibeli.
  • Riset terlebih dahulu detail barang yang ingin dibeli, seperti jenis kulit, jahitan, ritsleting/kancing, dan sebagainya untuk menghindari barang palsu.
  • Perhatikan testimoni dari pelanggan-pelanggan sebelumnya.
  • Bila belum yakin, pilih seller yang melayani cash on delivery atau showroom agar dapat memeriksa barang terlebih dahulu. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?