Pendapat-pendapat di atas bisa jadi merupakan teori yang paling mendekati kebiasaan berpakaian di Nusantara kala itu. Masuknya bangsa asing sebagai dampak hubungan perdagangan, diyakini menjadi awal mula lahirnya kebaya. Sebab, memang tidak mudah menunjuk secara pasti satu atau dua daerah awal yang memperkenalkan kebaya karena tiadanya catatan tertulis tentang hal itu. Namun, bila melihat posisi strategis Nusantara di lintas perdagangan Asia hingga Timur Tengah, maka besar kemungkinan bandar-bandar dagang terkemuka pada masa lalu menjadi pintu masuk bagi gagasan-gagasan kebaya maupun baju kurung. Namun, tentu saja hal tersebut tidak berlangsung dalam waktu sebentar, melainkan melalui sebuah proses yang evolutif dan resiprokal. (f)