“Lingkungan bisnis yang makin kompetitif menuntut perubahan. Kami harus terus berbenah diri, baik dari inovasi produk, organisasi dan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Melalui rebranding kami ingin menata kembali brand architecture, menajamkan positioning, dan mengubah brand identity dari keseluruhan portfolio hotel Aerowisata Hotels & Resorts,” ungkap Francis Dehnhardt, Executive Vice President Hotels & Resorts PT Aero Wisata.
Bertitik tolak dari konsep Authentic Indonesian Hospitality, Aerowisata Hotels & Resorts ingin mengedepankan identitas keindonesiaannya lewat sensasi kelima panca indera; Scent melalui wewangian tumbuhan aromatik khas Indonesia , Taste melalui kekayaan kulinari nusantara, Sound melalui ragam permainan musik tradisional, Sight yang membuai mata Anda dengan keindahan tekstil tradisional kaya warna dan corak, serta Touch yang salah satunya diwakili dengan hadirnya guling di setiap kamar hotel yang dikelola Aerowisata.
Dengan brand positioning yang baru ini, Aerowisata Hotels & Resorts akan menjadi salah satu sentra bagi para tamu asing yang ingin mengenal dan mengalami sendiri kekayaan budaya Indonesia. Sekaligus menjadi tujuan bagi pebisnis maupun pasar MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) yang menginginkan keunikan kelima sensasi yang ditawarkan Aerowisata.
“Dengan konsep yang baru ini, kami tidak lagi menggunakan istilah ‘hotel berbintang’, tapi memakai nama-nama khas yang diambil dari bahasa kuno Sanskrit, yaitu Prama untuk kategori upscale, Kila untuk midscale, dan Asana untuk kategori economy,” lanjut Francis, yang menargetkan pembangunan 35 hotel baru (lima hotel sudah mulai dibangun) hingga tahun 2017 nanti.
Naomi Jayalaksana
Foto: Aerowisata Hotels & Resorts