True Story
Happy Salma & Tjok Gus : Bahagia dalam Perbedaan

16 Jan 2020


Dok. Femina Media / Nicky Gunawan




Setelah pernikahan, butuh waktu setidaknya 2.5 tahun bagi Happy dan Tjok Gus untuk akhirnya memutuskan bahwa mereka siap memiliki anak. Maklum saja, selama berpacaran mereka jarang bertemu, sehingga momen pacaran yang sesungguhnya justru terjadi setelah keduanya menikah. Lebih dari itu, menunda untuk memiliki anak juga berdasarkan pertimbangan keduanya untuk mengikuti ritme adaptasi dengan budaya yang baru keluarga Kerajaan Ubud. 

“Setelah seimbang, saya sebagai perempuan sudah merasa lebih kuat, dan kita lebih stabil dalam menjalin hubungan, akhirnya kita memutuskan siap punya anak,” cerita Happy.

Tepat pada 2 April 2015, putri pertama mereka lahir ke dunia. Gadis kecil ini pun disematkan nama
Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa. Kinandari dimaknai sebagai cahaya berkah kehidupan. 

Tiga tahun berselang, tepatnya di tanggal 2 September 2018, sang adik bungsu pun menyusul. Putra kedua Happy dan Tjok Gus ini diberi nama
Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Dalam proses melahirkan anak keduanya ini, menjadi momen yang emosional bagi Happy. Pasalnya, ia menggunakan kain batik penyelimut sang bayi, yang juga digunakannya untuk mengantarkan almarhumah ibunda saat meninggal dunia.

“Dengan batik ini alm. mama dihantarkan dan dengan batik ini pula Rayidaru terlahir,” tulisnya pada laman media sosial sesaat setelah Happy melahirkan.

Kehadiran Kinan dan Rayi menghadirkan warna yang berbeda dalam kehidupan keluarga Happy dan Tjok Gus. Bahkan diakui keduanya, anak-anak kerap jadi Persatuan Bangsa Bangsa dalam keluarga, yang kerap jadi pendamai ketika tengah bersitegang. 

“Kalau sudah ada anak, kita jadi
males bertengkar di depan mereka,” tutur Tjok Gus. Diamini oleh Happy yang mengaku bahwa melihat tingkah lucu kedua putra putrinya membuat mereka lupa jika mereka sedang bertengkar.

Senyuman Kinan dan wajah menggemaskan Rayi kerap mewarnai lini masa media sosial Tjok Gus. Pria yang pernah bekerja sebagai fotografer di Sydney, Australia dan kini beralih sebagai pebisnis kuliner ini seakan tak mau kehilangan momen indah kedua putra putrinya begitu saja, sehingga mengabadikannya dengan rapi di Instagram. 

Advertisement
Tak heran jika sang istri menyebut Tjok Gus adalah pria yang sangat memrioritaskan keluarga. “Tjok Gus adalah seorang
family man,” tutur Happy dengan tegas dan pasti.

"Saya merasa beruntung karena punya pasangan yang bisa diajak bekerja sama dalam mengurus anak. Ia tak pernah segan untuk turun tangan langsung menjaga Kinan dan Rayi saat saya sedang sibuk bekerja. Ayah yang bisa diandalkan untuk anak-anaknya,” tambahnya.

Menjadi bagian dalam keluarga Kerajaan Ubud, tentu memberikan tugas yang penting bagi Happy dan Tjok Gus untuk meneruskan warisan adat dan budaya Bali pada putra putrinya. Sedari kecil, Kinan sudah diperkenalkan dengan tari Bali dan aktif mengikuti rangkaian acara adat.

“Itu juga saya lakukan dulu. Walau tumbuh besar di Australia, setiap pulang kampung saya akan belajar tari Bali. Tak jago, tapi bisa,” cerita Tjok Gus yang juga mengaku bisa bermain gamelan. Ia pun mengaku akan meneruskan ini kelak pada putranya, Rayi.

Terlepas dari fakta bahwa kelak Kinan dan Rayi akan menjadi penerus keluarga Kerajaan Ubud yang taat pada tradisi dan budaya, baik Happy maupun Tjok Gus setuju bahwa kedua putra putrinya ini tetap bisa bebas berekspresi menuntaskan apapun impian hidupnya.

“Dengan sendirinya, anak-anak tahu bahwa mereka punya tugas melanggengkan apa yang menjadi warisan leluhurnya. Walaupun mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan, tapi jangan lantas lupa juga tugasnya, jangan lupa akarnya,” pesan Happy.(f)




BACA JUGA :

Kawan Tulola untuk Nusantara
Tjokorda Sri Maya Kerthyasa, Penjaga Resep Warisan Para Leluhur
11 Tahun Perjalanan Bisnis Happy Salma, Sri Luce-Rusna, dan Franka Franklin-Makarim


 



Topic

#HappySalma, #TjokGus

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?