Foto: Pexels
Dilansir dari The Guardian, WHO menyebutkan bahwa varian Mu "memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan". Data awal menunjukkan varian tersebut kemungkinan dapat lolos dari pertahanan kekebalan dengan cara yang mirip dengan varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, namun hal ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.
Proses mutasi virus ini merupakan respons virus terhadap lingkungan melalui perubahan genom spontan, sehingga akan mempengaruhi seleksi alam terhadap keberadaan virus. Umumnya, mutasi yang terjadi bersifat netral atau malah merugikan virus. Namun ada juga mutasi yang menguntungkan virus walaupun proporsinya cukup kecil. Mutasi yang bersifat merugikan virus akan menyebabkan strain tersebut menghilang dari populasi.
Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Sejak itu, kasus sporadis dan beberapa wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong. Sementara varian tersebut membuat kurang dari 0,1% dari infeksi COVID-19 secara global, itu mungkin mulai berkembang di Kolombia dan Ekuador di mana masing-masing menyumbang 39% dan 13% dari kasus COVID-19.
Varian Mu yang masuk ke dalam Variant of Interest (VOI) WHO ini merupakan varian SARS CoV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus, yang diketahui atau diprediksi dapat mengubah kondisi epidemiologi, antigenisitas, dan virulensi virus. Saat ini telah terdapat empat VOI lainnya yang telah dinyatakan oleh WHO, yaitu: Eta (Pango: B.1.525; terdeteksi pertama kali di beberapa negara; Desember 2020), Iota (Pango: B.1.526; terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat; November 2020), Kappa (Pango: B.1617.1; terdeteksi pertama kali di India; Oktober 2020), dan Lambda (Pango: C.37; terdeteksi pertama kali di Peru; Desember 2020).
Varian Mu telah ditambahkan ke daftar varian PHE yang sedang diselidiki pada bulan Juli. Varian ini akan dipantau untuk melihat bagaimana perilakunya. Sejauh ini varian Mu memang belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian yang lebih serius dan menjadi perhatian, sebagian besar karena peningkatan transmisi dan juga kekhawatiran mengenai kemampuannya menghindari perlindungan kekebalan tubuh manusia. (f)
Baca Juga:
Vaksin Sputnik-V Dapat Izin BPOM, Efikasinya Capai 91,6 Persen
Hal Penting Seputar Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga
Pandemi Bisa Dilawan dengan Kompak Terapkan Protokol Kesehatan
Topic
#COVID-19, #varianmu, #mutasivirus