Foto: NF
“Pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto percaya bahwa pendidikan adalah faktor kunci dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Karena itu, pendidikan tersebut harus bermutu dan mudah diakses oleh semua orang, “ kata Sihol Aritonang, Ketua Pengurus Tanoto Foundation. Dan Tanoto Student Research Award merupakan salah satu bentuk upaya Tanoto Foundation dalam mendukung proses pembelajaran yang bermutu.
Dalam kesempatan ini, dipamerkan juara 1,2, dan 3 dari lima perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanudin. Cakupan penelitian yang dilakukan beragam dan menarik untuk dikembangkan. Misalnya, penelitian tentang pemanfaatan daun jambu biji untuk masker gel peel off antikomedo yang dilakukan Febi Dayanti, Hindun,dan Tri Ahadiyat dari jurusan farmasi Institut Teknologi Bandung yang memiliki potensi ekonomi. Ada pula penelitian Gusti Ruli Lestari dari jurusan teknik metalurgi Universitas Indonesia yang membuat bubur tulang dari hidroksiapatit kolagen dan ekstrak rumput laut cokelat,yang dapat dikembangkan sebagai material pengisi tulang yang patah dan keropos.
Dalam acara ini para peneliti muda tersebut mendapat masukan dari Donald Wihardja, pendiri Convergence Ventures, perusahaan yang bergerak di bidang permodalan (major capital). “Untuk mendapatkan suntikan investasi, para peneliti juga perlu memikirkan sisi komersial. Pikirkan juga, apa kelebihan produk yang mereka teliti dibanding produk yang sudah ada, serta apa masalah yang ingin mereka pecahkan lewat penelitian itu,” ujarnya.
Yang juga perlu jadi perhatian adalah bagaimana memantau perkembangan penelitian-penelitian itu di masa depan dan memastikan penelitian itu kesinambungan. Sangat disayangkan jika penelitian awal yang sebetulnya berpotensi untuk menjadi produk yang sangat berguna, itu berhenti di laboratorium saja atau selesai setelah mahasiswa yang menelitinya lulus.