Foto:gameofthrones.com
Sementara, Raja yang berkuasa di Tahta Besi saat itu adalah King Aeyrs II Targaryen. Dia dijuluki Raja Gila karena sangat kejam dan paranoid. Ia gemar membunuh tanpa alasan yang jelas, dengan senajata andalan: membakar orang-orang yang ingin dibunuhnya.
Pada masa itu, Lord dari House Lannister yang berkuasa di Casterly Rock adalah Tywin Lannister. Ia sangat loyal pada Raja Aerys dan menjadi Tangan Kanan Raja. Lannister meruapakan klan terkaya di Westeros dan memiliki cadangan emas yang banyak di daerah kekuasaannya. Karena takut akan kekuatan Tywin Lannister, maka Raja Aerys menunjukkan Jamie Lannister, anak laki-laki sulung Tywin, untuk menjadi salah satu pasukan Penjaga Raja.
Anggota Penjaga Raja disumpah untuk tidak boleh menikah, dan tidak diwariskan kepada siapapun. Dan penugasan ini bersifat seumur hidup. Dengan demikian, kemungkinan Tywin untuk memberontak akan kecil, karena ia pasti tidak akan menginginkan anak laki-laki kesayangannya mati. Hal inilah yang membuat Tywin berhenti sebagai Tangan Kanan Raja dan memilih untuk kembali ke kastilnya.
The Mad King memiliki tiga anak. Rhaegar (putra sulung dan pewaris sah tahta), Viserys dan Daenerys. Rhaegar menikah dengan Elia Martell dari Dorne, salah satu kerajaaan di Westeros yang terakhir takluk dan bergabung dalam Seven Kingdoms. Kehidupan Rhaegar dan Elia yang memiliki beberapa anak goncang ketika pada suatu turnamen ketangkasan perang, Rhaegar melihat Lyanna.
Rhaegar kemudian menculik Lyanna. Hal ini membuat marah klan Stark, sehingga membuat Brandon (anak tertua dari tiga bersaudara: Brandon-Ned-Lyanna) pergi ke King’s Landing untuk meminta keadilan kepada Raja Earys. Sayangnya, Raja Gila justru menahan Brandon Stark, dan ketika ayah Brandon, Rickard Stark datang untuk melepaskan Brandon, mereka malah dibakar oleh Raja Gila.
Kejadian ini yang kemudian membuat Robert, sang tunangan Lyanna dan Ned Stark mengangkat senjata untuk melawan Raja Gila. Meski pada masa itu mereka masih sama-sama remaja. Setelah berkali-kali pertempuran, Robert berhasil membunuh Rhaegar dengan senjata godamnya di pertempuran di Sungai Trident. Nasib Lyanna pun tragis, yaitu meninggal oleh penyebab yang misterius.
Sementara itu, istri raja Gila melahirkan anak ketiganya, Daenerys. Setelah pemberontakan Robert berhasil, Daenerys dan Viserys dilarikan ke Essos oleh salah satu pengikut Klan Targaryen yang loyal.
Ketika pemberontakan di ambang kemenangan, Tywin Lannister bergabung dengan pemberontakan Robert dan Jamie Lannister sendiri yang membantai Raja Gila yang berencana akan membumihanguskan King’s Landing.
Singkatnya, Robert menjadi Raja dan menikahi anak perempuan Tywin Lannister, Cersei yang juga digambarkan sebagai wanita sengat cantik namun juga kejam. Setelah pemberontakan usia, Ned pulang ke Winterfell untuk menjadi Lord Winterfell dengan membawa bayi Jon, yang dia akui sebagai anak haramnya. (f)