Foto: Shutterstock
Berdasar hasil evaluasi bersama antara Badan POM dengan Tim Komite Nasional (Komnas) Penilai Obat dan para ahli di bidang vaksin, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi, dan Dokter Spesialis Geriatrik maka pada tanggal 5 Februari 2021, Badan POM menerbitkan EUA vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas, dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari.
Namun, mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi, maka pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Kelompok lansia cenderung memiliki berbagai penyakit penyerta atau komorbid yang harus diperhatikan dalam penggunaan vaksin ini.
“Oleh karena itu, proses skrining menjadi sangat kritikal sebelum dokter memutuskan untuk memberikan persetujuan vaksinasi,” tegas Penny. Sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator dalam melakukan skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok lansia, Badan POM telah mengeluarkan fact sheet untuk tenaga kesehatan.
Di samping itu, Penny juga mengingatkan tentang tiga hal penting lainnya. Pertama, tentang manajemen risiko yang harus direncanakan dengan sebaik-baiknya sebagai langkah antipasti mitigasi risiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah pemberian vaksin. Kedua, penyediaan akses pelayanan medis dan obat-obatan untuk penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius yang mungkin terjadi harus menjadi perhatian bagi penyelenggara pelayanan vaksinasi untuk Lansia. Ketiga, kesiapsiagaan petugas kesehatan di lapangan juga merupakan hal yang sangat penting.
Dengan dikeluarkannya izin penggunaan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut 60 tahun ke atas oleh BPOM, Kementerian Kesehatan akan segera melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun.
Dalam konferensi pers secara virtual yang berlangsung pada Minggu (7/2), Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan tenaga kesehatan berusia lanjut sebagai kelompok pertama yang menerima vaksin COVID-19 untuk lansia. Hal Ini karena adanya risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar COVID-19, selain usia mereka yang rentan.
Vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia 60 tahun ke atas akan dilaksanakan Senin, 8 Februari 2021. Tenaga kesehatan berusia 60 tahun ke atas yang akan divaksinasi total berjumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.
Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru. Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.
Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes. Sekitar 10% populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia, dan 50% lebih kematian akibat COVID-19 terjadi pada kelompok ini. Pemberian vaksinasi kepada lansia diharapkan dapat menekan kematian dan juga mengurangi tekanan terhadap Rumah Sakit dengan harapan angka rawat inap dan Bed Occupancy Ratio dapat turun. (f)
Baca Juga:
Jangan Panik Saat Efek Samping Vaksin COVID-19 Muncul. Lakukan ini!
Indonesia Akan Dapat Vaksin AstraZeneca, Bisa Disuntikan Pada Lansia
Yang Harus Dilakukan Saat Muncul Reaksi Alergi Setelah Divaksin COVID-19
Faunda Liswijayanti
Topic
#3M, #IngatPesanIbu, #corona, #covid19, #vaksin