Foto: Pexels
Pandemi global COVID-19 yang terjadi saat ini telah memberikan pengaruh besar pada dunia industri dan bisnis. Kabar baiknya, tidak semua bisnis mengalami penurunan yang drastis, ada bisnis-bisnis yang justru naik daun hingga mampu meraup keuntungan berlipat. Physical distancing yang dihimbau World Health Organization (WHO) guna membatasi aktifitas serta mewajibkan masyarakat untuk tetap berada di rumah, justru melahirkan the new normal yang mendongkrang bisnis lain. Salah satunya adalah bisnis influencer marketing.
Bukti nyata dari hal ini bisa kita lihat pada ‘keriuhan’ media sosial belakangan ini. Keterbatasan untuk keluar rumah membuat banyak orang aktif di dunia maya, salah satunya melalui media sosial untuk mendapatkan berbagai informasi seputar COVID-19 hingga kehidupan di era ini. Tentunya yang mendulang keuntungan dari semua ini adalah para influencer dan content creator.
Jika di awal COVID-19 melanda dunia terlihat perusahaan banyak yang menahan bujet promosinya dan Melihat situasi, belakangan ini mulai berubah. Kepercayaan bisnis dan pengiklan mulai kembali pulih. Brand berupaya untuk memanfaatkan peluang untuk menjangkau konsumen yang menghabiskan lebih banyak waktu di platform konten digital. Itu sebabnya, bisnis infuencer marketing pun mengalami peningkatan.
Berdasarkan data yang didapatkan dari eMarketer, social distancing yang dihimbau pemerintah secara global, membuat pengiklan mengeluarkan biaya lebih rendah sekitar $ 20,3 Milyar atau setara dengan Rp 3 Triliun pada iklan out-of-home (OOH) dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi COVID-19.
Kondisi ini tentunya menjadi peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang digital talent dan marketing untuk berupaya menghadirkan peluang konten baru pada platform digitalm seperti live-streaming dan commerce sehingga dapat dengan mudah dikonsumsi oleh masyarakat meskipun dari rumah.
Althea Lim, CEO Gushcloud International, sebuah perusahaan digital talent dan marketing, pertumbuhan pendapatan mengakui pertumbuhan bisnis ini. Bahkan menurut Althea, kenaikan pendapatannya mencapai lebih dari 50% pada kuartal pertama 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.
Sementara di Indonesia sendiri, The Darwins, yang merupakan pasangan suami istri Marcell Darwin dan Fasty Nabila, juga telah berhasil melayarkan live-commerce pada akun instagram mereka. (f)
Baca Selanjutnya:
Kementrian Perindustrian Promosikan Produk Fashion Muslim Lokal
5 Kebiasaan Konsumen yang Berubah di Masa COVID19, Peluang Bagi Pelaku Bisnis
6 Cara Tepat Dukung Pemberdayaan Wanita
Faunda Liswijayanti
Topic
#bisnis, #influencer, #corona