Travel
10 Spot Wajib Dikunjungi di Kelantan, dari Pantai Cantik hingga Wat Ikonik yang Sarat Sejarah

16 Jul 2026

Pesona pantai, kemegahan masjid, dan wat ikonik menghadirkan warna budaya yang khas di Kelantan. Foto: Dok. Femina
 

Kelantan selalu punya cara untuk membuat perjalanan terasa lebih lambat, namun justru lebih bermakna.

Negeri di pesisir timur Semenanjung Malaysia ini tidak menawarkan gemerlap kota metropolitan, melainkan bentang alam, warisan budaya, dan keramahan masyarakat yang tetap terjaga.

Dalam perjalanan FamTrip AirAsia menjelajahi Kelantan Juni lalu, Femina menemukan sejumlah destinasi yang memperlihatkan sisi lain Malaysia—mulai dari pantai yang tenang, rumah ibadah lintas budaya, hingga pulau kecil yang menjadi surga kuliner lokal (di sini asal durian Musang King).

Siapa tahu bisa jadi opsi destinasi liburan kamu nanti....
 

Pantai yang wajib masuk itinerary

Bagi pencinta wisata alam, pesisir Kelantan menghadirkan pantai-pantai asri dengan karakter berbeda-beda, mulai dari lokasi favorit menikmati matahari terbit hingga gerbang menuju pulau-pulau cantik di Laut Cina Selatan.

Pantai Kemasin kaya akan spot healing. Foto: Dok. Femina


Pantai Kemasin
Jika mencari suasana pantai yang tenang dengan garis pantai panjang, Pantai Kemasin layak menjadi tujuan pertama. Pantai ini dikenal sebagai lokasi menikmati matahari terbit sekaligus menjadi salah satu lokasi favorit untuk aktivitas selancar ketika musim ombak tiba.

Bahkan, pantai ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan Kemasin Beach Surf Competition yang diikuti peserta dari berbagai negara, menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata bahari Kelantan.

Pantai Tok Bali
Berjarak sekitar satu jam dari Kota Bharu, pantai ini dikenal sebagai gerbang menuju beberapa pulau di pesisir timur Malaysia. Dermaga wisata Tok Bali menjadi titik keberangkatan berbagai aktivitas laut, termasuk perjalanan menuju Pulau Perhentian, menawarkan panorama sunset.

Pantai Tok Bali. Foto: Dok. Femina


Menyusuri harmoni tempat ibadah di Kelantan

Kelantan menjadi contoh bagaimana keberagaman hidup berdampingan. Dalam satu perjalanan, Femina mengunjungi masjid bersejarah hingga wat Buddha yang telah berdiri puluhan tahun.

Masjid Kampung Laut
Salah satu masjid kayu tertua di Malaysia, seluruh bangunannya didominasi material kayu tanpa kubah besar, menghadirkan arsitektur Melayu tradisional yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Masjid Kampung Laut menjadi salah satu ikon sejarah Islam di Kelantan.
 
Masjid Kampung Laut memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pelabuhan penting pedagang yang menyusuri Sungai Kelantan. Foto: Dok. Femina

Masjid Muhammadi
Berlokasi di pusat Kota Bharu, Masjid Muhammadi termasuk masjid paling berpengaruh di Kelantan. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini jadi pusat pengembangan ilmu agama dan aktivitas masyarakat sejak awal abad ke-20.
 
Masjid Muhammadi spot terbaik buat mengenal akar budaya Kelantan. Foto: Dok. Femina


Masjid Ar-Rahman Kubang Batang
Berada di kawasan yang lebih tenang, Masjid Ar-Rahman menghadirkan suasana teduh yang cocok untuk beristirahat sejenak di tengah perjalanan darat menjelajahi Kelantan.

Desain Masjid Ar-Rahman Kubang Batang terinspirasi Masjid Nabawi Madinah. Foto: Dok. Femina

Dengan kubah biru kehijauan, interiornya dihiasi ukiran kaligrafi Al-Qur'an dan ornamen dari berbagai negara, tampilan masjid ini memang mencuri perhatian. Terletak di jalur Kota Bharu-Pengkalan Kubor, masjid ini juga jadi destinasi favorit untuk wisata religi.
 
Interior masjid ini mencuri perhatian. Foto: Dok. Femina

Wat Phothivihan
Wat Phothivihan adalah rumah bagi patung Buddha tidur sepanjang sekitar 40 meter, dan termasuk patung Buddha terbesar di Asia Tenggara. Kompleks ini menjadi simbol kuat keberagaman budaya yang hidup di Kelantan.
Advertisement
 
Kegiatan masyarakat di Wat Phothivihan​. Foto: Dok. Femina

Wat Machimmaram
Tak kalah mengesankan, Wat Machimmaram terkenal dengan patung Buddha duduk raksasa, salah satu terbesar di Asia Tenggara. Kompleks vihara ini dipenuhi ukiran khas Thailand yang menarik untuk diabadikan.
 
Wat Machimmaram​. Foto: Dok. Femina

Wat Phikulthong
Nuansa tenang terasa di Wat Phikulthong, vihara yang dihiasi arsitektur khas Thailand dengan warna-warna cerah dan detail ornamen. Tempat ini destinasi favorit untuk menikmati sisi spiritual sekaligus budaya Kelantan.
 
Wat Phikulthong​. Foto: Dok. Femina
 

Mencicipi kehidupan di Pulau Suri dan Pulau Sri Tanjung

Selain menawarkan pemandangan sungai yang tenang, dua pulau ini menghadirkan pengalaman menikmati kehidupan masyarakat lokal yang masih lekat dengan tradisi.

Pulau Suri
Mengunjungi Pulau Suri terasa seperti kembali ke masa ketika aktivitas jual-beli masih berlangsung di atas sungai. 
 
Pulau Suri bisa dijangkau dari Jeti Kuala Besar, Jeti Kok Majid, dan Jeti Pulau Pisang​. Foto: Dok. Femina
 
Floating market yang buka setiap akhir pekan ini menawarkan berbagai makanan tradisional, minuman segar, hasil kebun, hingga produk local, dijual langsung dari perahu-perahu kecil.

Pengalaman ini menjadi salah satu atraksi wisata berbasis komunitas yang dikembangkan Tourism Kelantan.

Pulau Sri Tanjung
Tak jauh dari Pulau Suri, Pulau Sri Tanjung juga punya floating market yang menawarkan suasana serupa dengan latar Sungai Kelantan. Selain berburu kuliner khas, pengunjung dapat menikmati kehidupan masyarakat lokal yang masih sangat dekat dengan budaya sungai.
 
Pengunjung menikmati aneka kuliner dari pedagang floating market Pulau Sri Tanjung. Foto: Dok. AirAsia

Ada banyak cara mengenal Kelantan. Setelah menjelajahi negeri ini bersama FamTrip AirAsia, satu hal terasa jelas: Daya tarik terbesar Kelantan bukan hanya tempat-tempat yang dikunjungi, melainkan cerita yang hidup di balik setiap destinasinya.

Kini, dengan hadirnya penerbangan langsung AirAsia rute Jakarta-Kota Bharu, perjalanan menuju salah satu destinasi paling autentik di Malaysia semakin mudah. Kelantan pun menyisakan banyak alasan untuk kembali suatu hari nanti. (f)

Baca juga:
Kelantan, Negeri Masakan Melayu yang Layak Kunjung
Menelusuri Warisan Kelantan, Negeri yang Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan

Tiga Hari dalam Tenang, Menemukan Wajah Lain Pulau Perhentian
 

Laili Damayanti


Topic

#VisitMalaysia2026, #ExploreKelantan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?