Foto: Dok. Brilianto
Sebenarnya, Anda juga dapat menggunakan pewarna alam, namun proses yang dilakukan memang lebih panjang dan rumit. Bila pewarna kimia dapat langsung Anda beli di marketplace dengan berbagai pilihan warna, pewarna alam harus melalui proses ekstraksi yang memakan waktu.
Banyak bahan alami yang dapat Anda gunakan seperti kayu secang, kulit alpukat, kayu tinggi, daun ketapang, ataupun tanaman indigo, yang harus direbus dalam jangka waktu lama agar warna alami dapat tertarik keluar. Warna yang dihasilkan pun cenderung bernuansa lembut.
Beda paling utama antara pewarnaan alami dengan kimiawi adalah adanya proses fixation pada proses pewarnaan alami. Proses fixation bertujuan untuk mengunci pewarna di dalam serat kain agar warna tidak mudah luntur. Caranya mudah, cukup campurkan 10 liter air di dalam ember dengan kapur atau tawas sebanyak 1 kilogram, aduk hingga rata, dan celupkan kain Anda untuk hasil yang maksimal.
Untuk menjaga warna tie dye, pencucian baju tie dye pewarna alami juga berbeda, Agar kualitas warna tetap terjaga ada baiknya Anda menggunakan pelembut cucian saja saat mencuci material tie dye dengan pewarnaan alamiah. Jangan gunakan deterjen. Sebaliknya bila menggunakan pewarna kimia, seharusnya cukup aman untuk dicuci menggunakan deterjen.
Bagi Brilianto, tidak ada aturan baku untuk membuat tie dye. Lakukan eksperimen sebanyak mungkin dengan kain dan aneka pewarna untuk hasil yang dinginkan. Setiap hasil tie dye Anda merupakan hasil istimewa yang tidak akan dapat berulang dan sama persis.
“Jangan patah semangat jika gagal! Coba lagi, lagi, lagi, dan lagi!” pesan Brilianto. Siap mencoba bikin tie dye sendiri di rumah? Stay safe, stay healthy! (f)
Baca Juga