Sex & Relationship
10 Hal yang Tabu Ditanyakan Pada si Dia

4 Sep 2016


Foto: Fotosearch

 
Ngaku, deh, pasti kita selalu penasaran dengan segal ahal menyangkut si dia. Namnya juga pacaran, niatnya serius, dong, berarti kita harus tahu kondisi keluarga dan sifat si dia. Tapi, nggak berarti kita bebas menanyakan berbagai hal itu tanpa piker panjang. Dengan pacar sendiri pun ucapan yang mau kita sampaikan sebaiknya tetap diperhalus, apalagi yang agak ‘nyerempet bahaya’. Belum tentu, kan, kalau kita sendiri yang ditanya, kita nggak tersinggung dengan pertanyaan itu. Berikut contoh pertanyaannya:
 
1. “Kamu dan mantan sudah ngapain saja?”
Kok, tabu?: Nggak hanya membuat si dia nggak nyaman. Tapi pertanyaan ini juga menunjukkan kalau kita nggak memercayainya sekaligus nggak pede. Kesannya kita takut banget si dia sudah terlalu ‘jauh’ dengan mantannya.
Ganti dengan: “Kamu sudah romantis dari dulu, ya?” atau “Lokasi kencan favorit kamu di mana?”
Selain lebih sopan, si dia juga nggak akan keberatan menjawabnya. Si dia nggak bakal kepikiran kalau sesungguhnya kita ingin menanyakan mantannya, deh.
 
2. “Cantikan siapa, aku atau mantan kamu?”
Kok, tabu?: Si dia menilai kita terobsesi banget dengan penampilan dan punya sifat kekanak-kanakan. Sbeagai balasannya, siap-siap kecewa kalau ternyata dia mengatakan mantannya lebih cantik?
Ganti dengan: “Gimana penampilanku setelah sebulan penuh rajin olahraga?”
Pertanyaan ini bersifat netral karena nggak bermaksud membandingkan diri kita dengan orang lain. Lagipula, jika ingin mengetahui tentang mantan si dia, informasinya bisa kita dapatkan dari teman-temannya.
 
3. “Kok, ortu kamu bercerai, sih?”
Kok, tabu?: Perceraian bukan hal yang menyenangkan dan bis adiumbar. Jika si dia ingin menceritakan kisah kelam keluarganya, tunggu saja sampai pacar bercerita sendiri. Bukan hak kita untuk menanyakannya, ah!
Ganti dengan: “Apa kabar ayah dan ibu kamu? Sehat-sehat saja, kan?
Cukup tunjukkan perhatian kita seperlunya. Meski kesannya sepele, pertanyaan ini menunjukkan perhatian kita dengan keluarganya, kok.
 
4. “Berapa gaji kamu dalam setahun?”
Kok, tabu?: Siap-siap dicap  materialistis, apalagi jika kita menanyakannya saat baru jadian. Lagipula siapa bisa menjamin dia akan menjawab dengan jujur? Yang ada si dia mungkin jadi kkurang respek pada kita.
Ganti dengan: “Saudarakan ada yang baru menjalani profesi seperti kamu. Kira-kira prospeknya gimana, sih?”
Kita bakal lebih mendapat jawaban yang memuaskan dari si dia. Jika si dia serius dengan pekerjaannya dan kita, pertanyaan ini bakal dijawabnya dengan jelas tanpa ditutup-tutupi.
 
5. “Kalau menikah nanti, konsepnya apa, ya?”
Kok, tabu?: Jangan hara psi dia langsung bersemangat menjawab. Jika memang kita dan si dia belum belum berencana menikah, hindari, deh, pertanyaan ini—kecuali nggak ingin si dia kabur karena menganggap kita terobsesi menikah.
Ganti dengan: “Minggu lalu aku ke pernikahan teman, tempatnya bagus banget. Cuma sayang, kapasitasnya minim, deh.”
Advertisement
Lalu ngarep, deh, pacar merespon dengan upacara pernikahan impiannya, hehehe...
 
6. “Mama kamu, kok, cerewet banget, sih?”
Kok, tabu?: Walaupun si dia sendiri mengaku nyokapnya cerewet, bukan berarti si dia menerima orang lain menjelekkan nyokapnya, dong—apalagi oleh (ehm!) cewek semanis kita.
Ganti dengan:  “Wah, mama kamu memang tegas, ya. Pasti didikan ini berdampak positif bagi kamu?”
Dijamin, kita malah dapat contekan cara mendekati nyokapknya!
 
7. “Tadi ngobrolin apa saja sama teman-teman kamu?”
Kok, tabu?:Kesannya terlalu menyelidik dan mau tahu banget. Rasa penasaran kita terlalu jelas, tuh!
Ganti dengan: “Tadi rame ngumpulnya?”
Biar si dia yang lantas menceritakan apa yang dibahasnya bareng teman-temannya.
 
8. “Kamu masih perjaka?”
Kok, tabu?:Meski pria cukup terbuka membahas status keperjakaannya, hal ini sbeaiknya tidak kita tanyakan di masa awal pacaran.
Ganti dengan: “Bagaiman menurut pendapatmu tentang seks bebas?” Sst, kalau jawaban si dia mengambang perlu curiga si dia sudah nggak perjaka.
 
9. “Pernah membayangkan cewek lain saat menciumku?”
Kok, tabu?: Si dia jadi serba salah karena apapun jawabannya, kita nggak akan percaya dan berujung suasana jadi nggak enak.
Ganti dengan: Selama si nggak salah memanggil nama kita dengannama mantannya atau gebetannya yang dulu, pertanyaan ini nggak perlu diucapkan, deh.
 
10. “Kok, kamu nggak beli mobil saja, sih?”
Kok, tabu?:Ini menunjukkan kalau kita ogah dibawa susah. Kalau memang nggak terima dengan kondisi ekonominya, kok, kita mau saja didekati? lagipula, lebih baik punya motor tapi hasil jerih payah sendiri daripada mobil tapi milik ortu, kan...
Ganti dengan: Semangati si dia agar bisa menabung dan membeli mobil. Lantas dukung dia untuk lebihhemat. Jangan minta traktir terus... Cowok mana pun lebih senang diberi semangat daripada diteror—kita juga, kan?(f)
 
 
Inggit Inggriani
 

 



Topic

#tipcinta

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?