Namun, bila ia terus berkelit dengan berbagai alasan, mungkin Anda bisa meminta bantuan keluarganya. Anda harus menunjukkan kegigihan dan ketegasan sampai mantan kekasih memenuhi janjinya, tetapi tetap gunakan cara yang sopan.
Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, masalah pinjam-meminjam uang hanya bisa dituntut pengembaliannya jika ada kesepakatan hukum sejak awal. Jika tidak ada, maka pengembaliannya tergantung dari kesiapan pihak yang meminjam, dalam hal ini mantan kekasih. Anda hanya bisa berharap tanpa bisa menuntut. Anda boleh saja memintanya, dan itu bukan sikap materialistis, tetapi meminta pertanggungjawaban. Sayangnya, tanpa kesepakatan hukum, hal ini sulit diperjuangkan.
Cara terbaik adalah memintanya mengembalikan secara bertahap. Namun, Anda harus siap dengan segala kemungkinan. Bisa saja ia hanya mau mengembalikannya 80%, 60%, atau malah tidak sama sekali.
Jika ia bertahan tidak mau mengembalikan utang, itu menunjukkan bahwa ia tidak layak untuk membina hubungan yang tulus. Jika ia kembali kepada Anda, bisa jadi ia akan kembali menggunakan Anda untuk mendapatkan materi. Hati-hati, jika Anda luluskan keinginannya, Anda bisa menjadi co-dependent atau pendukung tindakannya dan membuatnya mendapat peluang melakukan hal itu. (f)